DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 23:19 WIB

Lewat Pleidoi, Pengacara Bantah Andi Beri Uang ke Ganjar Pranowo

Haris Fadhil - detikNews
Lewat Pleidoi, Pengacara Bantah Andi Beri Uang ke Ganjar Pranowo Andi Narogong (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Tim kuasa hukum Andi Agustinus alias Andi Narogong membantah tudingan kliennya memberikan uang kepada Ganjar Pranowo dalam proses penganggaran proyek e-KTP. Menurut pengacara, informasi pemberian uang dari Andi kepada Ganjar yang diungkap oleh Nazaruddin itu tidak terkonfirmasi.

"Keterangan saksi Muhammad Nazaruddin bahwa terdakwa pernah memberikan uang kepada saksi Ganjar Pranowo di ruang kerja Mustokoweni adalah juga tidak benar dan tidak terbukti menurut hukum," ujar salah satu pengacara Andi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017).

Menurut pengacara, apa yang disampaikan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin itu telah dibantah oleh Ganjar saat bersaksi. Sementara itu, Mustokoweni sendiri telah meninggal dunia.

Baca juga: Yakin Tidak Korupsi e-KTP, Ganjar Siap Mundur Jika Terbukti

"Saksi Nazaruddin dalam setiap keterangannya terkait terdakwa, jika dikejar detailnya, akan selalu berkelit dengan cara mengarahkannya kepada orang yang sudah almarhum," ujar pengacara tersebut.

Selain membantah Andi memberi uang kepada Ganjar, yang saat itu menjabat pimpinan Komisi II DPR RI, pengacara menyebut keterangan dari eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman yang menyebut Andi dimintai uang oleh sejumlah anggota DPR tidak benar. Menurut pengacaranya, saat itu Chairuman Harahap menagih uang kepada Irman, bukannya Andi.

"Keterangan saksi Sugiharto yang pada pokoknya menyampaikan bahwa permintaan-permintaan uang dari beberapa anggota DPR RI (in casu permintaan dari Miryam S Haryani, Markus Nari, serta Ade Komarudin) yang terjadi pada periode setelah penganggaran selesai itu ditujukan kepada saksi Irman, bukan terdakwa," ujar pengacaranya.

"Fakta lainnya juga menunjukkan, ketika pembayaran proyek e-KTP telah cair, penagihan yang dilakukan oleh Chairuman Harahap ditujukan atau disampaikan kepada saksi Irman, bukan terdakwa," sambungnya.

Namun, dalam pleidoi tersebut, diakui bahwa Andi ikut dalam pertemuan antara Paulus Tannos, Setya Novanto, dan Chairuman Harahap di Equity Tower. Novanto dan Chairuman disebut menagih commitment fee kepada Konsorsium PNRI.

Baca juga: Ada Nama Penerima Uang Hilang, Pengacara Novanto Heran

"Keterlibatan terdakwa hanya ikut hadir bersama Paulus Tannos dalam pertemuan ketika saksi Chairuman Harahap dan saksi Setya Novanto menagih commitment fee kepada Konsorsium PNRI di Equity Tower," ujar salah satu pengacara Andi Narogong.

Bantahan juga disampaikan soal penyerahan uang USD 7 juta kepada Novanto dan pejabat Kemendagri. Dalam pleidoi yang dibacakan pengacara, penyerahan uang itu dilakukan oleh Anang Sugiana dari PT Quadra Solution melalui Johannes Marliem dari Biomorf Lone pada akhir 2011 dan awal 2012.

Pengacara juga menyebut Andi bukanlah 'kasir' dalam proyek e-KTP. "Terdakwa bukanlah 'kasir' atau orang yang berurusan langsung dengan uang-uang dari proyek e-KTP untuk anggota DPR RI," jelas pengacara.

Andi juga disebut hanya mendapat untung USD 300 ribu dan bersedia membayar denda USD 2,5 juta serta telah menyerahkan cicilan senilai USD 350 ribu kepada KPK.
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed