Anies Instruksikan Dinas Pariwisata dan Satpol PP Pantau DWP

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 14 Des 2017 19:16 WIB
Anies Baswedan/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Satpol PP memantau Djakarta Warehouse Project (DWP). Anies ingin memastikan penyelengaraan DWP tak melanggar aturan.

"Jadi saya instruksikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menurunkan aparatnya untuk memastikan seluruh aturannya ditaati. Kami juga akan minta pihak Kepolisian membantu pengamanan dan memastikan bahwa semua aturan yang ada di Republik ini ditaati. Satpol PP juga akan diinstruksikan," kata Anies seusai menghadiri acara Asia Pacific Leaders Forum on Open Government 2017, di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017).

Anies menegaskan pihaknya akan menertibkan pihak-pihak yang melanggar aturan. Tapi Anies tidak merinci aturan-aturan yang dimaksud.

"Pokonya semuanya. Aturan yang ada kami akan ketat. Kalau melanggar jangan harap bisa lakukan lagi," katanya

Soal DWP, Anies mengaku tidak tahu isi dari event tersebut. Bahkan, ketika anaknya bertanya soal DWP, Anies tak bisa menjawabnya.

"Saya itu baru tahu lho, bener. Saya 3 minggu lalu ketika orang pada ngobrol DWP, apa DWP? Anak saya juga tanya DWP apa itu?" terang Anies.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati sebelumnya mengatakan sudah berbicara dengan pihak Ismaya Live mengenai aturan berpakaian dalam pergelaran DWP. Dia memastikan pengisi acara DWP akan berpakaian sesuai dengan adat ketimuran.

"Sebagian besar penyanyi atau artis asing sudah di-warning mereka harus pakaian sopan.Karena nggak sopan setiap orang punya kadar berbeda. Sekarang kalau nggak sopan berarti yang di kolam renang juga nggak sopan dong? Kecuali yang telanjang bebas. Maksudnya begini lho, yang jelas sesuai norma ketimuran, begitu lho," papar Tinia saat dimintai konfirmasi, Senin (11/12).

Tinia mengaku sudah memberikan peringatan agar acara tersebut tak melanggar norma-norma yang berlaku. Jika kepergok melanggar, akan ada konsekuensi yang diterima.

"Saya sudah warning mereka, kalau mereka macam-macam, ini bukan hanya tahun ini, tapi menyangkut izin tahun-tahun berikutnya. Sudah saya warning bukan hanya lewat WhatsApp, kami sudah rapatkan. Kalau mereka melanggar, kami akan pertimbangkan (izin) tahun depan," terang Tinia.

(fdn/fdn)