DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 17:35 WIB

Golkar Diprediksi Terlempar dari 2 Besar Pemilu 2019

Tsarina Maharani - detikNews
Golkar Diprediksi Terlempar dari 2 Besar Pemilu 2019 Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia Ardian Sopa menyebut posisi Partai Golkar di Pemilu 2019 masih rawan meski memiliki ketua umum baru, Airlangga Hartarto. Saking rawannya, LSI memprediksi Golkar terlempar dari posisi 2 besar.

"Jadi bukan hanya dengan ketum baru kemudian itu selesai, program baru habis itu selesai, tapi 3 indikator branding baru harus secara masif disebarluaskan ke masyarakat dan harus dimunculkan bahwa katakanlah program ini bukan hanya jargon, tapi juga sebuah sesuatu yang memang akan dilakukan Golkar yang lebih konkret lagi. Jadi program bukan hanya sekadar jargon," ujar Ardian di kantor LSI, Graha Dua Rajawali, Jl Pemuda No 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/12/2017).

Ardian menyarankan Golkar membuat semacam kisah sukses mereka sebagai salah satu partai besar saat ini. Golkar juga disarankan Ardian 'menjual' para calon kepala daerah dan pejabat kepala daerah mereka kepada masyarakat.

Dengan saran tersebut, Golkar diprediksi Ardian masih bisa selamat di Pemilu Serentak 2019. Namun dia juga memprediksi Golkar dapat terlempar dari dua besar pemenang Pemilu 2019.

"Melihat peta ini, Golkar masih sangat mungkin menjadi juara, tapi sangat mungkin terlempar di urutan dua atau bahkan 3, 4, dan 5," ucapnya.

Ardian menganggap saat ini posisi Golkar terancam lantaran konflik berkepanjangan internal partai. Masyarakat, dijelaskan Ardian, menjadi seolah 'terlupakan' oleh Golkar yang sibuk mengurusi internal partai.

Dalam rilis survei LSI hari ini, yang dilakukan pada 1-4 November lalu, posisi Golkar berada di bawah PDIP dan Gerindra. Fakta ini diklaim Ardian sebagai bentuk ancaman tersendiri untuk Golkar.

"Survei sekarang dia posisinya sudah di bawah PDIP dan Gerindra. Golkar harus bisa buat gebrakan. Kalau tidak ada yang dilakukan Partai Golkar, tren negatif ini akan terus-menerus terbendung ke bawah," ucapnya.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed