Kemenhub Gandeng Otoritas Pelabuhan Singapura Soal SDM Sektor Maritim

Fajar Pratama - detikNews
Kamis, 14 Des 2017 14:27 WIB
Foto: MoU Ditjen Hubla Kemenhub dengan MPA Singapura/Dok Hubla Kemenhub
Jakarta - Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggandeng Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) untuk peningkatan kualitas SDM di bidang maritim. Mempererat sinergi kedua belah pihak selama ini.

Kerja sama itu dituangkan dalam bentuk MoU dalam pertemuan tahunan 'The 11th Meeting of the DGST-MPA Singapore Training Memorandum of Understanding (MoU) yang diselenggarakan Kamis hari ini (14/12) di Singapura. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan rutin antara Ditjen Perhubungan Laut dan MPA Singapura yang dilaksanakan setiap tahunnya.

"Pertemuan rutin tahunan tersebut merupakan hasil kesepakatan dari MoU antara Ditjen Hubla dengan MPA Singapura terkait dengan pengembangan SDM aparatur Pemerintah di bidang maritim yang telah ditandatangani pada tanggal 23 September 2005 lalu," ujar Direktur Kenavigasian, I Nyoman Sukayadnya selaku Head of Delegation (HoD) Indonesia sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis Kemenhub.

Adapun sesuai dengan pengaturan dalam MoU tersebut, kerja sama yang dimaksud berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang secara periodik dua tahunan yang disepakati dalam sebuah pertemuan kedua belah pihak.

Kemenhub Gandeng Otoritas Pelabuhan Singapura Soal SDM Sektor MaritimFoto: MoU Ditjen Hubla Kemenhub dengan MPA Singapura/Dok Hubla Kemenhub

"Di tahun 2015, tepatnya pada pertemuan the 9th Meeting of the DGST-MPA Training MoU, kerjasama Ditjen Hubla dengan MPA Singapura ini sudah diperpanjang 3 tahun dan akan berakhir tahun 2018," kata Nyoman.

Dari hasil pertemuan the 10th Meeting of DGST-MPA Singapore yang dilaksanakan pada November 2016 di Bali, telah dilaksanakan berbagai workshop dan training dalam bidang capacity building periode 2017 yaitu 7 (tujuh) kegiatan workshop.

Lebih lanjut, Nyoman mengungkapkan bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Singapura di bidang maritim selama ini terjalin dengan baik. Kedua negara menyadari pentingnya kemajuan sektor transportasi laut di masing-masing negara mengingat letak geografis kedua negara yang berdekatan dengan dipisahkan oleh Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan jalur pelayaran terpadat di dunia.

Dalam pelaksanaan Training MoU itu, berbagai bentuk training dan workshop dalam berbagai bidang yang diusulkan oleh Ditjen Hubla ke MPA Singapura dalam kerangka peningkatan dan kompetensi aparat telah dilaksanakan dengan baik.

"Hingga saat ini, sudah lebih dari 60 kegiatan workshop dan berbagai program pelatihan telah dilaksanakan untuk kurang lebih 1100 orang pegawai Ditjen Hubla yang bertugas di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di bawah kerangka Training MoU tersebut," ujar Nyoman.

Menurut Nyoman, Indonesia dan Singapura merupakan negara yang memiliki hubungan bilateral yang sangat penting mengingat letak geografis kedua negara yang sangat berdekatan. Selain sama-sama menjadi pendiri ASEAN dan juga anggota organisasi Internasional lainnya, Indonesia dan Singapura memiliki kerjasama di berbagai bidang seperti ekonomi, kesehatan, pariwisata, pertahanan, lingkungan hidup dan tentunya transportasi.

"Indonesia dan Singapura juga merupakan anggota Dewan Council Kategori C di International Maritime Organization (IMO) serta menjadi negara pantai yang terlibat aktif dalam forum Tripartite Technical Experts Group (TTEG) bersama dengan Malaysia yang khusus membahas keselamatan dan keamanan pelayaran juga perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura," kata Nyoman.

Karenanya, peningkatan capacity building khususnya dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di bidang maritim mutlak diperlukan bagi kedua negara agar keselamatan dan keamanan serta perlindungan lingkungan maritim di wilayahnya masing-masing dapat terwujud dan mendukung terwujudnya safe, secure and efficient shipping on clean ocean yang menjadi fokus dari IMO. (fjp/jbr)