Hamid Penuhi Panggilan KPK
Rabu, 08 Jun 2005 10:35 WIB
Jakarta - Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hamid Awaluddin memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menteri Hukum dan HAM ini tiba di kantor KPK, Jalan Veteran III, Rabu (8/6/2005) pukul 09.20 WIB dengan mengendarai mobil Kijang Innova warna hitam,nomor pol B 8482 OJ. Hamid datang mengenakan baju warna putih dasi hitam dengan mendapat pengawalan 2 orang.Puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang telah menunggu sejak pagi langsung menyerbu Hamid. Saat turun dari mobil dan mendapat serbuan wartawan, Hamid tersenyum sambil nyeletuk. "Wah kayak selebiritis saja," katanya sambil tersenyum.Puluhan wartawan pun segera berebut untuk mewancarai Hamid. Orang kepercayan Wapres Jusuf Kalla ini tak menghiraukan dan terus naik tangga gedung KPK. Wartawan tetap ngotot berebut bertanya ke Hamid. "Bagaimana kalau saya di atas saja, kalian di bawah biar nanyanya enak," kata Hamid.Namun, meski sudah berada di tangga gedung KPK dan wartawan sudah mengerubungi di bawah, laki-laki kelahiran Pare-pare ini tetap tidak mau menjawab pertanyaan wartawan. Baru saat sampai di lobi gedung KPK , ia mau menjawab pertanyaan wartawan yang mengejarnya."Saya dipanggil oleh KPK sebagai saksi dalam kasus Kepala Biro Keuangan KPU Hamdani Amin. Itu isi suratnya," katanya.Ketika ditanya mengenai dana taktis, Hamid menjawab singkat. "Ini yang saya dipanggilkan untuk memberi penjelasan dan klarifikasi," katanya. Dirinya tidak pernah menerima dana taktis. Namun ketika ditanya apakah ada uang titipan yang diberikan Hamdani Amin, ia membantahnya. "saya sama sekali tidak terima itu," imbuhnya. Sempat terjadi keributan sesama para fotografer dan kameramen yang ingin mengambil gambar, sehingga dari tangga hingga tangga naik lantai II gedung KPK. Sebelum naik tangga, Hamid sempat ngomong, "Sudah dulu ya bos, saya sudah ditunggu dari jam 09.00 WIB," ujarnya.
(jon/)











































