DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 14:22 WIB

Tolak DWP, Massa Selawatan di JIExpo

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Tolak DWP, Massa Selawatan di JIExpo Massa yang menolak event DWP menggelar demonstrasi di JIExpo Kemayoran, Kamis (14/12/2017) Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Massa yang berdemonstrasi di pintu masuk JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, menuntut event Djakarta Warehouse Project (DWP) dibatalkan. Massa melantunkan selawat nabi.

Massa membacakan pernyataan sikap gelaran DWP yang digelar pada 15 dan 16 Desember. Massa meminta Pemprov DKI dan polisi mencabut izin penyelenggaraan DWP.



"Jangan karena sekadar alasan devisa dan keuntungan rupiah pihak kepolisian memberikan izin dan pengamanan di acara tersebut. Karena bagi kami acara tahunan DWP hanyalah bisnis hedonistik yang membawa pengaruh buruk dalam gaya pergaulan, menciptakan pribadi urakan, adat berfoya foya, membawa pesan kebebasan yang kebablasan, merusak tatanan adat budaya, menampilkan prilaku pornografi terhadap pemuda pemudi Indonesia yang berakibat runtuhnya moral dan martabat bangsa karena telah membiarkan kemaksiatan sebagai acara yang dianggap wajar," kata Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kemayoran, M Furqon membacakan pernyataan sikap, Kamis (14/12/2017).

Bila polisi tidak mencabut izin DWP, massa akan kembali menggelar aksi. Massa menurut Furqon akan melakukan aksi penolakan pada hari penyelenggaraan.



Setelah membacakan pernyataan sikap, massa melantunkan selawat nabi di depan JIExpo sekitar 25 menit. Orasi-orasi tolak DWP juga dilakukan oleh Ketua Umum Bang Japar Indonesia Aries Isnan Ridho.

Soal DWP, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata DKI Jakarta Tinia Budiati sebelumnya mengaku sudah berbicara dengan pihak Ismaya Live mengenai aturan berpakaian dalam pergelaran Djakarta Warehouse Project (DWP). Dia memastikan pengisi acara DWP akan berpakaian sesuai dengan adat ketimuran.


(fdn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed