detikNews
Kamis 14 Desember 2017, 12:52 WIB

Kisah Tragis Dua Wanita Cantik Dibunuh Suami Gara-gara Minta Mobil

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kisah Tragis Dua Wanita Cantik Dibunuh Suami Gara-gara Minta Mobil Indria dan Nindya. (Pool)
FOKUS BERITA: Mutilasi Sales Cantik
Jakarta - Hidup Siti Saidah alias Nindya dan Indria Kameswari berakhir tragis. Perempuan cantik ini tewas di tangan suami mereka gara-gara minta dibelikan mobil.


Kisah terhangat, Nindya dimutilasi dan dibakar suaminya, Muhammad Kholil (21), setelah terlibat cekcok mulut di tempat kos mereka di Perumahan Grand Orland, Jalan Syech Quro, Dusun Ciranggon 3 RT 011 RW 003, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 4 Desember 2017.

Kholil mengaku memutilasi Nindya dan akhirnya ditangkap polisi.Kholil mengaku memutilasi Nindya dan akhirnya ditangkap polisi. Muhamad Kholil (21), tersangka pembunuh Nindya. (Istimewa)

Kholil gelap mata menghabisi istri yang telah memberinya satu anak itu. Dia memukul leher dengan menggunakan sisi samping telapak tangan kanan sebanyak dua kali hingga Nindya jatuh dan kepalanya terbentur lantai. Kholil lalu mengecek napas istrinya dan ternyata sudah tidak bernapas lagi.



Kholil yang panik kemudian berusaha menghapus jejak-jejak pembunuhan sadis itu. Dia memutilasi tubuh istrinya dan membakarnya.


Namun pembunuhan sadis ini akhirnya terungkap oleh polisi. Potongan tubuh Nindya ditemukan di semak-semak pada Kamis 7 Desember 2017. Tato 'Rolling Stones' di dada dan tato 'angel' di punggung korban menjadi petunjuk menyingkap tabir pembunuhan ini.

Nindya dimutilasi suaminya karena diduga merengek minta mobil.Nindya dimutilasi suaminya karena diduga merengek minta mobil. (ist)

Kasus mutilasi ini terus ditelisik polisi hingga akhirnya terungkap misteri motif mutilasi ini. Kholil mengaku membunuh istrinya yang kerap merengek minta dibelikan mobil. "Iya betul. Pelaku tak tahan karena diejek," kata Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan kepada detikcom, Rabu (13/12/2017).

Kholil kini telah ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya itu.

Kisah tragis Nindya tidak jauh berbeda dengan yang dialami Indria Kameswari. Pegawai BNN ini ditembak mati suaminya, Mochammad Akbar (38), setelah cekcok sengit.

Indria ditembak mati suaminya setelah cekcok masalah ekonomi.Indria ditembak mati suaminya setelah cekcok masalah ekonomi. (Dok. Instagram)

Akbar tega menembak Indria gara-gara masalah ekonomi di rumah kontrakannya, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 1 September 2017.

Pembunuhan ini juga diketahui putri Indria dan Akbar yang saat kejadian berada di rumah. Akbar melarikan diri setelah menembak Indria. Dia terbang ke ke Batam menggunakan KTP milik kakaknya yang berinisial M.

Rekaman percekcokan Akbar dan Indria juga tersebar ke publik. Akbar, yang mengalami kekerasan, begitu sabar menghadapi istri tercintanya yang naik pitam. Rekaman cekcok pasutri tersebut tersebar setelah Siti Nuraini (43), kakak kelima Akbar, sempat mendatangi Polres Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin, 4 September 2017.

Akbar menembak Indria dan diketahui oleh putri mereka yang masih balita.Akbar menembak Indria dan diketahui oleh putri mereka yang masih balita. (Dok. Istimewa)

Dalam rekaman suara yang diperdengarkan oleh Nuraini, terdengar seorang perempuan yang terus memaki seorang pria. Penyebabnya, diduga masalah ekonomi. Si pria dianggap tidak mampu mewujudkan keinginan si perempuan memiliki mobil mewah. Nuraini menyebut pria tersebut adalah Akbar. Sedangkan si perempuan adalah Indria.

Menurut Nuraini, rekaman tersebut diberikan Akbar karena Nuraini sempat mengaku tidak percaya bahwa Indria kerap memaki dan memukulnya. Dalam rekaman itu, Akbar terdengar mengaduh kesakitan saat dipukul Indria. Akbar terdengar meminta Indria berhenti memukulinya. Tidak banyak kata-kata yang dilontarkan Akbar saat dicaci maki Indria.

Dua hari berselang, Akbar dibekuk polisi di rumah saudaranya di Tanjung Buntung, Bengkong, Batam, pada Minggu, 3 September 2017. Dia kini telah ditahan polisi.

Akbar disebut pintar berakting oleh polisi. Dia selalu plin-plan saat diperiksa terkait 'tempat persembunyian' pistol itu. Pria yang mengaku pernah menjadi chef di Amerika Serikat (AS) ini juga telah menjalani tes kesehatan dan kejiwaan menyusul keterangannya yang berubah-ubah itu.
(aan/tor)
FOKUS BERITA: Mutilasi Sales Cantik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed