KPK Peringatkan Tersangka Lain soal 'Drama' Novanto

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kamis, 14 Des 2017 11:39 WIB
Setya Novanto yang terus menunduk ketika menjalani persidangan. (Agung Pambudhy/detikcom)
Setya Novanto yang terus menunduk ketika menjalani persidangan. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - KPK memperingatkan saksi, tersangka, hingga terdakwa yang ditanganinya terkait 'drama' Setya Novanto. Alasan sakit, yang tidak benar-benar sakit, disebut KPK tidak bisa untuk menghindar dari hukum.

"Apa yang terjadi sejak pertengahan November dan kemarin di sidang e-KTP, kami harap ke depan jadi pembelajaran bagi semua pihak yang menjadi tersangka, terdakwa, atau bahkan saksi agar tidak menggunakan alasan sakit yang dapat menghindari atau menunda proses hukum," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (14/12/2017).


Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Rabu (13/12) kemarin, Novanto tampak selalu menunduk dan tidak menjawab pertanyaan hakim. Novanto mengaku tengah dalam keadaan sakit.

Hakim pun memerintahkan pemeriksaan dilakukan terhadap Novanto. Tak cukup 1 dokter, melainkan ada 4 dokter dari RSCM serta IDI, yang memeriksa Novanto dan menyatakan mantan Ketua DPR itu dalam keadaan sehat dan bisa menjalani persidangan.


KPK pun memberi perhatian khusus terkait 'drama' Novanto tersebut. Menurut Febri, pihak-pihak yang merekayasa kondisi seseorang untuk menghambat proses hukum tentu terancam risiko pidana yang akan ditanggung.

"Jika ada pihak-pihak yang merekayasa kondisi, apalagi membantu seseorang menghindari atau bahkan menghambat proses hukum, tentu ada risiko pidananya. Kami percaya dengan contoh yang diberikan IDI dan RSCM, hal tersebut tidak perlu terjadi di dunia medis," kata Febri.

"Kalaupun ada kondisi benar-benar sakit, tentu dari hasil pemeriksaan yang objektif akan terlihat. Dan tindakan medis lanjutan dapat dilakukan," imbuh Febri.


Ini bukan pertama kali kesehatan Novanto menjadi isu terkait menghambat jalannya proses hukum. Saat KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP pertama kalinya, Novanto beberapa kali absen. Hingga dalam pemanggilannya yang terakhir, Novanto diberitakan dirawat di RS Premier Jatinegara lantaran penyakitnya kambuh serta harus menjalani operasi pemasangan ring di jantung.

Akhirnya Novanto pun lolos dari jerat tersangka lewat praperadilan pada 29 September 2017. Namun 4 hari kemudian, dia sudah kembali sehat dan pulang ke rumah. (nif/dhn)