DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 10:26 WIB

Ketua Fraksi PKB DPRD Jambi Tolak Temui Tersangka Suap APBD

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Ketua Fraksi PKB DPRD Jambi Tolak Temui Tersangka Suap APBD Foto: Ketua Fraksi PKB DPRD Jambi Sofyan Ali (Nur-detikcom)
Jakarta - Ketua Fraksi PKB DPRD Jambi Sofyan Ali mengaku pernah diajak bertemu oleh tersangka suap pemulusan pengesahan APBD Jambi 2018, Saifudin. Namun, Sofyan menolak ajakan Asisten Daerah III Pemprov Jambi itu.

"Pak Saifudin. Pernah menghubungi saya, tapi saya nggak pernah mau bertemu. Saya lagi di luar. Ada kerjaan saya di luar, pada hari Minggu saat itu," ungkap Sofyan Ali di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

Dia berkata dihubungi pada hari Minggu, 2 hari sebelum terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (28/11). Tetapi, Saifudin menurutnya tidak mengungkap tujuan pertemuan itu. Dia juga tidak membicarakan soal pemberian duit. Sofyan sendiri juga mengaku tidak hadir dalam paripurna pengesahan APBD 2018.

"Nggak (bicara soal uang). Dia bicara sama saya, minta saya ketemu saja. Tapi saya nggak bisa ketemu, saya bilang lagi di luar, kebetulan urusan verifikasi (partai)," ujarnya kembali menegaskan.

Sofyan sendiri berada di KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik KPK. Dia mengaku akan diminta keterangan sebagai saksi dengan tersangka 4 orang yaitu Anggota DPRD Jambi Supriono, Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PU Arfan, dan Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifudin.

"Ya datang saja kita bertanggung jawab dari DPRD provinsi kan, walaupun kita tidak melakukannya, kita ketua fraksi mesti dipanggil. Dan kooperatif. Ya kita berikan keterangan saja sesuai apa yang kita tahu," kata dia.

Selain Sofyan, lebih dulu hadir 2 orang ketua fraksi lainnya dari PDIP Zainul Arfan, dan dari Gerindra Muhammad Dyah. Sementara dari daftar saksi yang diagendakan Pemberian uang dimaksudkan agar anggota DPRD Provinsi Jambi menghadiri rapat pengesahan RAPBD Jambi 2018. diperiksa KPK, ada seorang lagi yang akan diperiksa yaitu Ketua Fraksi Bintang Keadilan, Rudi Wijaya.

"Keempat saksi akan diminta keterangannya untuk melengkapi berkas perkara tersangka SAI (Saifudin)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (14/12/2017).

Dalam kasus ini KPK menduga ada 'duit ketok' yang digunakan untuk memuluskan pengesahan APBD 2018. Duit yang diduga berasal dari rekanan Pemprov Jambi ini dimaksudkan agar anggota DPRD Provinsi Jambi menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi 2018. Total ada Rp 4,7 miliar yang diamankan KPK dari jumlah yang seharusnya Rp 6 miliar.

KPK menduga seluruh fraksi di DPRD Jambi menerima suap tersebut. Lembaga antirasuah ini juga menerima pengembalian uang senilai ratusan juta rupiah dari anggota DPRD Jambi. Uang itu kemudian disita KPK sebagai tambahan barang bukti.


(nif/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed