DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 08:42 WIB

Komnas Perempuan Minta Polisi Usut Tuntas Mutilasi Sales Cantik

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Komnas Perempuan Minta Polisi Usut Tuntas Mutilasi Sales Cantik Foto: ist.
Jakarta - Komnas Perempuan meminta polisi mengusut tuntas kasus mutilasi sales cantik di Karawang, Jawa Barat. Komnas Perempuan mendesak agar pembunuhan Siti Saida (21) dijadikan pelajaran untuk lebih mengedukasi terkait bahaya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Saya kira polisi dalam mengusut kasus ini tidak sekadar melihat pembunuhannya saja. Tetapi juga pola relasi di antara mereka. Kekerasan rumah tangganya seperti apa. Ini yang harus digali sehingga kita punya pelajaran yang dapat diambil untuk perbaikan dalam mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga," kata komisioner Komnas Perempuan Sri Nurherwati Gawean saat berbincang dengan detikcom, Kamis (14/12/2017).

Nurherwati meminta polisi dalam mengusut KDRT ikut mendorong dalam upaya pencegahan KDRT.

"Polisi kan dapat meminta asessment kepada keluarga. Pemulihan terhadap keluarganya korban dan saya kira masih relevan, menggali latar belakang masalahnya," sambungnya.

Nurherwati mendorong pemerintah agar menggalakkan kembali edukasi terhadap edukasi kesetaraan dalam berumah tangga. Menurutnya, edukasi penting untuk mencegah KDRT terulang kembali.

"Saya kira itu kan bagian dari dampak pendidikan masyarakat yang patriarki itu sendiri. Evaluasinya lah yang harus dilihat seberapa jauh upaya-upaya pemberian edukasi ke pemerintah untuk melakukan kesetaraan. Sehingga tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi," jelasnya.

Polisi sebelumnya berhasil mengungkap kasus mutilasi sales cantik Siti Saida yang dibunuh oleh suaminya sendiri. Pelaku atas nama Muhammad Kholil (23) saat ini sudah diamankan polisi untuk dimintai pertanggungjawabannya.

Kholil diketahui sempat cekcok sebelum mengenai permintaan Siti untuk memiliki mobil yang urung dikabulkan. Pelaku sempat memukul Siti yang menyebabkannya meninggal.

Karena panil, Kholil memenggal kepala dan kedua kaki istrinya dan membuang potongan tubuh kotban di Curug Cigentis. Sehari kemudian, Kholil juga membuang badan korban di Perumahan Grand Orland, Jalan Syech Quro, Dusun Ciranggon 3, RT. 011/003, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya.



(fdu/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed