DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 21:59 WIB

Jaksa KPK: Bisa Dilihat Setya Novanto Beneran Sakit atau Tidak

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jaksa KPK: Bisa Dilihat Setya Novanto Beneran Sakit atau Tidak Setya Novanto (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Jaksa pada KPK berharap Setya Novanto siap menghadapi persidangan terkait kasus korupsi pengadaan e-KTP. Soal dokter yang bersiaga di sidang, jaksa beralasan untuk memantau kesehatan Novanto.

"Kami berharap Pak Novanto menghadapi perkara ini, dakwaan sudah dibacakan. Kalau dengan alasan sakit lagi, ya kita akan panggil dokter. Kita bisa melihat ini beneran sakit atau tidak," kata jaksa pada KPK Irene Putri seusai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017).

Irene pun menampik jika dakwaan terhadap Novanto disebut dipaksakan. Menurutnya, kehadiran dokter di persidangan hanya sebagai langkah antisipasi.

[Gambas:Video 20detik]


"Tidak ada yang dipaksakan ya, hanya dari awal kami mengantisipasi apakah sakit yang bener sakit. Oleh karena itu, kita mengantisipasinya dengan dokter," jelasnya.

Irene menjelaskan sebenarnya tiap hari ada dokter yang bertugas di KPK. Dokter itu bersiaga untuk memeriksa kondisi kesehatan para tahanan di rutan KPK.

"Sebenarnya tiap hari ada dokter di rutan. Tapi saya yakin Pak Novanto minggu depan tidak sakit," ujarnya.

Soal Novanto diperiksa dokter lain, Irene pun mempersilakannya. Namun pihaknya memastikan untuk konsultasi.

"Nanti akan kita lihat (hasil pemeriksaannya). Tidak harus dari IDI. Sebenarnya dokter dari kami cukup," kata Irene.


Soal dakwaan yang disebut berbeda dengan terdakwa sebelumnya, Irene menyebut hal itu lumrah. Dalam proses hukum setiap terdakwa pasti akan difokuskan pada rangkaian perbuatannya.

"Bukan dakwaan yang berbeda. Ya jadi dalam dakwaan splitsing itu kita akan fokus pada perbuatan dengan terdakwa tertentu. Seperti hari ini Setya Novanto, jadi rangkaian cerita tertentu akan fokus," papar Irene.

"Jadi rangkaian perbuatan Setya Novanto itu yang akan kita fokuskan. Jadi pada dakwaan Novanto, Irman, rangkaian-rangkaian dalam perbuatan, itu splitsing," jelasnya.
(ams/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed