DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 21:14 WIB

Anies Sebut Lumpur dan Kabel Jadi Penyebab Banjir di Rasuna Said

Indra Komara - detikNews
Anies Sebut Lumpur dan Kabel Jadi Penyebab Banjir di Rasuna Said Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut lumpur dan sampah kabel menjadi penyebab banjir di Jalan Rasuna Said pada Senin (11/12). Anies mengatakan penyebab banjir tersebut mulai disingkirkan.

"Sudah mulai dikerjakan sejak kemarin. Anda bisa lihat itu banyak sak berisi lumpur dari tali air dan saluran air," kata Anies saat mengecek titik banjir di depan Plaza UOB, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017).

Anies menyebutkan, selain mengangkut sampah, tahap selanjutnya yang akan dikerjakan adalah membereskan kabel-kabel fiber optik (FO) di saluran air. Anies juga akan memanggil pengelola fiber optik agar dilakukan perbaikan posisi kabel di gorong-gorong.

"Kita secara langsung tidak ingin dunia usaha terganggu. Kita ingin dunia usaha berjalan dengan baik, tapi jangan juga dunia usaha mengganggu kebutuhan warga umum, yaitu bebas dari banjir," jelasnya.

Anies memaparkan pihaknya akan melakukan komunikasi untuk mencari solusi apakah nantinya posisi kabel fiber optik akan diturunkan atau digeser.

"Yang penting tidak menutupi lubang tali air. Kalau menutupi tali air, itu yang jadi masalah," ujarnya.

"Kita tidak ingin mengorbankan warga Jakarta hanya karena kabel itu tidak bisa dipindah posisinya," lanjut Anies.

Anies menegaskan posisi kabel fiber optik yang berada di saluran air di Rasuna Said harus dipindah. Langkah itu dilakukan agar air bisa mengalir mencegah genangan.

"Jadi bukan dipindah jauh-jauh, cuma digeser saja posisinya," katanya lagi.

Anies juga menyebutkan pihaknya sudah melakukan rapat khusus dengan dinas terkait pengendalian air di Jakarta. Salah satu instruksinya adalah menentukan daerah rawan genangan dan banjir.

Soal data daerah mana saja yang rawan genangan, Anies mengatakan sudah memilikinya. Data tersebut nantinya akan diterjemahkan oleh wali kota dalam bentuk nama-nama jalan.

"Di jalan-jalan itu kita akan siapkan semua personalia, semua alat yang bisa mencegah terjadinya genangan, apalagi banjir," jelasnya.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed