DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 17:34 WIB

Laporan Dari Istanbul

Kecam Trump, Erdogan: AS Berada di Sisi yang Menolak Perdamaian

Ray Jordan - detikNews
Kecam Trump, Erdogan: AS Berada di Sisi yang Menolak Perdamaian Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Osman Orsal/Reuters)
Istanbul - Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan mengutuk keras sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Erdogan mengajak seluruh negara yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam sikap Trump tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Istanbul, Turki. Dalam pidatonya, Erdogan menegaskan sikap AS tidak tepat.

"Saya mengajak semua menyatakan bahwa sikap AS ini tidak tepat, dan (mari) mendukung Palestina," kata Erdogan di Rumeli Hall Lutfi Kidar International Convention and Exhibition Center (ICEC), Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017).

Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menunjukkan peta wilayah Palestina yang terus-menerus digerus oleh Israel.

"Saya tunjukkan kepada Anda peta apa yang terjadi di Palestina sejak 1947. Bagaimana luas Palestina terus mengecil karena Israel terus berekspansi terus-menerus. Ini kondisi di lapangan hari ini. Apa pun yang dilakukan Israel sejak 1947, terus terjadi sampai saat ini. Ini tidak bisa diterima sama sekali," tegasnya.

Erdogan juga menegaskan tentara Israel, yang dia sebut sebagai 'teroris', terus menangkap, bahkan membunuh warga Palestina. "Tentara teroris menangkap dan membunuh anak dan memukuli ibu yang mencoba menyelamatkan anaknya dengan gagang senapan. Apa ini kalau bukan terorisme?" katanya.

Bahkan, kata Erdogan, sikap Israel itu mendapat 'apresiasi' oleh Donald Trump dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Israel terus melakukan ini. Okupansi, pembunuhan, dan Israel mendapatkan penghargaan atas semua ini yang diteguhkan oleh Presiden Donald Trump. Faits accomplis tidak membawa manfaat apa pun," katanya.

Untuk itu, Erdogan mengajak negara yang berada di bawah naungan PBB bergerak bersama menentang kebijakan Trump tersebut. Dia mengatakan, meskipun AS memiliki kekuatan, terutama di bidang pertahanan, hal itu tidak bisa menegaskan bahwa apa yang dilakukan AS adalah benar.

"Ada sekian negara di bawah PBB. Ini harus bergerak bersama. Kamu (AS) mungkin punya misil, jet tempur, dan sebagainya untuk perang. Tetapi itu tidak diperlukan untuk menunjukkan bahwa Anda benar," ujar Erdogan.

Erdogan juga mengatakan AS berada pada posisi yang menolak perdamaian. "AS berada di sisi mereka yang menolak perdamaian. Pernyataan AS ini hanya akan membawa kondisi yang lebih buruk keamanan kawasan. Keputusan (mengenai) Al-Quds (Yerusalem) itu menyalakan sesuatu yang akan berdampak buruk. Tanpa memberikan solusi dalam masalah Timur Tengah ini, kita tidak akan membawa kestabilan perdamaian dan kesejahteraan di kawasan," katanya.

Karena itu, menurut Erdogan, situasi ini menjadi perhatian bersama untuk masa depan bersama. Erdogan menegaskan yang dilakukan AS itu jelas melanggar aturan internasional.

"Nenek moyang kita sudah menyatakan Kota Suci ini telah membuktikan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi semua penduduknya dan semua agama yang ada di sana. Yerusalem merupakan kota penting bagi orang Kristen juga. Keputusan yang dibuat AS ini sangat disesalkan. Ini masalah kemanusiaan," tambahnya.
(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed