DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 14:55 WIB

Laporan Dari Istanbul

RI Ingin Negara OKI Keluarkan Kecaman Keras atas Klaim Trump

Ray Jordan - detikNews
RI Ingin Negara OKI Keluarkan Kecaman Keras atas Klaim Trump Foto: Menlu Retno Marsudi. (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Para pimpinan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berkumpul di Istanbul, Turki menggelar Konferensi Tingklat Tinggi (KTT) Luar Biasa membahas soal Palestina pascapengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Dalam KTT itu, Indonesia akan meminta agar negara OKI mengeluarkan pesan yang tegas terhadap keputusan Trump.

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Yordania dan Menteri Luar Negeri Palestina pascapengakuan Trump. Para menteri melakukan tukar pikiran atas situasi terkini soal Palestina.

"Kita melakukan tukar pikiran mengenai persiapan KTT. Selain bahwa kedua Menlu juga memberi informasi mengenai hasil dari pertemuan Liga Arab," kata Retno di Intercontinental Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017).

Retno mengatakan, untuk KTT Luar Biasa OKI tersebut, Indonesia, Yordania dan Palestina akan mengusulkan agar negara-negara OKI memberikan pesan yang kuat atas kondisi Palestina.

"Pertama, mengirimkan pesan yang kuat mengenai masalah posisi negara-negara OKI dan juga saat yang sama juga menunjukkan kesatuan sikap dari negara-negara OKI," katanya.

Pesan kuat tersebut, kata Retno, yakni 'panggilan politik'. Bahwa Indonesia, negara OKI tidak bisa menerima keputusan Trump tersebut. Selain itu, harus ada tindak lanjut dari pernyataan tersebut.

"Ya political call, bahwa kita tidak bisa menerima, kita mengecam bahwa itu adalah pesan yang kuat. Kedua mengenai tindak lanjutnya apa. Tindak lanjut itu kita sampaikan agar hasilnya itu merupakan tindak lanjut yang dapat dijalankan. Buat apa kita menghasilkan sesuatu yang kelihatannya sangat kuat pesannya tetapi di lapangan akan sulit ditindaklanjuti," katanya.

"Karena itu kita sepakat untuk mengusulkan dan tadi sudah diusulkan selama negosiasi bahwa hal-hal yang masuk dalam resolusi adalah hal-hal yang bisa diimplementasikan," tambahnya.
(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed