Sebanyak 2,1 Persen Balita di Riau Bergizi Buruk

Sebanyak 2,1 Persen Balita di Riau Bergizi Buruk

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2005 05:41 WIB
Jakarta - Balita bergizi buruk tak hanya di NTT saja. Riau yang menjadi salah satu propinsi kaya ternyata balitanya masih banyak yang bergizi buruk. Sekitar 2,1 persen balita di Riau mengalami kondisi gizi yang sangat buruk.Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Eklam Rusdy kepada detikcom, di Pekanbaru, Selasa (7/06/2005). Menurut Ekmal, angka 2,1 persen balita mengalami kondisi buruk itu berdasarkan hasil laporan dari 1.000 Posyandu yang ada di Riau. Dari survei sebanyak 2,1 persen balita mengalami gizi buruk, 9,5 persen lainnya tergolong gizi kurang. Lalu prevalensi kerawanan gizi mencapai 11,6 persen."Angka itu sebenarnya masih jauh dibawah angka nasional," katanya.Kendati masih ditemukan balita mengalami gizi buruk, menurut Ekmal, angka itu terus menurun dibanding tahun sebelumnya. Misalnya saja, untuk tahun 2003, gizi buruk balita 3,7 persen dan menurun tahun 2003 menjadi 2,6 persen. Sedangkan 2004 hingga Mei 2005 mengalami penurunan kembali menjadi 2,1 persen.Penyebab balita mengalami kerawanan gizi yakni makanan yang dikonsumsi kurang memenuhi kebutuhan kalori dan gizi serta disebabkan penyakit. Itu artinya balita mengalami gizi buruk tidak semata faktor ekonomi karena miskin, tetapi ada juga yang mengalami penyakit. Gizi buruk itu juga bisa dialami anak-anak yang mengalami sakit, sehingga menyebabkan si balita itu enggan makan. Itu artinya anak-anak dari keluarga yang ekonominya baik juga bisa menderita kekuranga gizi karena anaknya tidak mau makan.Faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi kondisi buruk buat balita. Misalnya saja, masyarakat yang rumahnya rawan akan banjir, biasanya balita akan rentan dengan berbagai jenis penyakit. Faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi kondisi kesehatan pada bayi. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini