Air Bengawan Solo Buat Air Minum

Air Bengawan Solo Buat Air Minum

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2005 02:32 WIB
Jakarta - Meskipun mengalami pencemaran yang cukup memprihatinkan, PDAM Kota Solo bertekad akan memanfaatkan air Bengawan Solo untuk konsumsi air minum. Uji coba yang dilakukan, seluruh limbah berbahaya dapat dinetralkan sehingga aman bagi konsumen.Hal tersebut disampaikan Dirut PDAM Kota Solo, Abimanyu, dalam sarasehan memperingati Hari Lingkungan Hidup yang diadakan PDAM Solo di lokasi pengolahan air Bengawan Solo milik PDAM pinggir Bengawan Solo, Selasa (7/6/2005) malam. Acara santai bertema "Bersama Kita Memulihkan Alam" itu dihadiri oleh akademisi, pegiat LSM, pecinta alam dan warga sekitar.Menurut Abimanyu, dari ujicoba selama hampir satu bulan dengan kapasitas 1 liter per detik terbukti, limbah dalam air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu dapat dinetralkan sehingga aman bagi konsumennya. Realisasi pemanfaatannya dengan kapasitas 100 liter per detik baru akan dilakukan enam bulam lagi, karena masih akan ada penyempurnaan pengolahan kualitas akhir.Saat ini di Solo masih ada lima titik sumber air berkapasitas 250 liter per detik yang sengaja tidak dieksplorasi dengan harapan dapat digunakan untuk masa datang. "Prinsip kami mengolah air sungai ini adalah tidak membiarkan air mengalir ke laut sebelum dimanfaatkan," ujar Abimanyu.Dipaparkannya juga selama ini selain mengelola air bersih, pihaknya juga melakukan pengolahan limbah dan tinja sehingga saat dibuang ke sungai sudah memenuhi syarat baku mutu lingkungan. "Kami memiliki dua unit pengolahan limbah. Di Jawa Tengah baru PDAM Solo yang melakukannya," katanya.Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) UNS Eko Budi Santoso menilai langkah PDAM Solo tersebut merupakan terobosan besar untuk mengurangi risiko eksploitasi sumur dalam (artesis) yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Setelah digunakan untuk air mimun diharapkan akan menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang limbah berbahaya ke Bengawan Solo.Eko mengingatkan PDAM agar terus menjaga konsistensi pengawasan mutu air yang dihasilkan karena tingkat pencemaran, baik limbah rumah tangga maupun limbah kimia dari pabrik, yang masuk ke Bengawan Solo sudah sangat tinggi. "Akan lebih baik jika pengambilannya air dilakukan di dekat hulu karena tingkat pencemaran masih relatif rendah," pintanya.Transformasi MitosSejarawan UNS Radjiman yang hadir dalam acara itu mengatakan diperlukan transformasi nilai-nilai yang ada di masa lalu sangat efektif menyelamatkan alam. "Dulu banyak diciptakan mitos atau cerita rakyat yang menyiratkan larangan merusak alam. Setelah terjadi perubahan pola pikir masyarakat maka perlu dipikirkan menciptakan mitos-mitos baru dalam bentuk berbeda," kata Radjiman. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads