"Ini soal berani," ucap Novel melalui video conference di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017).
Novel, yang mengalami teror air keras, kemudian menjelaskan dari mana keberaniannya berasal. Banyak peristiwa yang dialaminya. Tidak hanya saat bertugas di KPK, tapi juga saat ia masih mengabdi di kepolisian dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kita berbuat sesuatu dan konsisten, toh semua sudah ditakdirkan. Oleh karena itu, kita bisa memilih berbuat dengan akal. Kenapa demikian? Karena jika kita yakin ada balasan kebaikan bagi kita, setiap yang kita lakukan, adalah akan membawa kebaikan untuk kita. Meskipun ada risiko-risiko itu (dalam pemberantasan korupsi), maka kita tetap akan berani mengambil risiko itu," urai Novel.
Novel juga sempat menceritakan soal operasi matanya yang disebut sangat sakit. Dia sampai tidak bisa menahan sakit yang dirasakan.
"Ya saya menyadari memang mata itu bagian yang sensitif. Ada pelajaran luar biasa. Biasanya saya bisa menahan sakit. Ini sakitnya sampai tidak bisa diceritakan," ujar Novel.
Namun Novel sudah memaafkan pelaku penyiraman air keras terhadapnya. Dia berkata setiap peristiwa harus direspons dengan baik agar membawa kebaikan.
"Pada dasarnya kita harus sadar apa pun yang kita lakukan, kadang direspons baik, kadang tidak baik. Tapi kalau kita ikhlas, kita akan jadi lebih baik," ujarnya.
Novel mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017 setelah melaksanakan salat subuh di masjid dekat kediamannya. Sejak saat itu, Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan terhadap kedua matanya yang terluka akibat air keras.
Dukungan untuk mengungkap kasusnya banyak bergulir, salah satunya dorongan dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF). Sementara itu, lebih dari 240 hari berlalu, Polda Metro Jaya belum bisa mengungkap pelaku penyerangan air keras itu walau telah mengerahkan 167 personel gabungan. Dua sketsa wajah terduga pelaku yang terlibat penyerangan pun dirilis, tetapi identitas ataupun keberadaannya belum diketahui. (nif/idh)











































