Wapres Akui Pertemuan Informal RI dan GAM Inisiatif Dirinya
Rabu, 08 Jun 2005 00:38 WIB
Jakarta - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengakui pertemuan informal delegasi Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki atas inisiatifnya. Menurutnya, inisiatif bisa datang dari siapa saja termasuk menteri."Ya Wapres boleh ambil inisiatif macam-macam. Sama juga untuk ambil inisiatif di bidang infrastruktur, tapi itu keputusan pemerintah, inisiatif boleh dari menteri atau apa saja," kata Kalla kepada wartawan usai bertemu dengan para pengusaha properti yang tergabung dalam The Jakarta Property Club di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2005) malam.Hal itu diungkapkannya, ketika diminta komentar soal pernyataan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, pertemuan Helsinki merupakan prakarsa Wapres. Juwono juga mengatakan, dirinya bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri tidak terlibat dalam proses pertemuan tersebut. Namun, Juwono menganggap inisiatif wapres itu masih dianggap hal yang benar.Tak soal dari mana inisiatif pertemuan tersebut, jelas Kalla, yang penting adalah tujuan dari pemerintah agar Aceh damai kembali.Sementara, mengenai sikap DPR yang tidak setuju dengan adanya pertemuan informal antara pemerintah RI dan GAM di Helsinki, sudah tidak ada masalah lagi. "Tidak lagi, itu sudah berubah setelah saya jelaskan kepada pak Agung Laksono. Dia sekarang berpendapat, itu harus tetap dilanjutkan. Pak Agung kan sudah katakan ini dilanjutkan. Mungkin dulu hanya salah pengertian," jelas Kalla. Wapres berharap pertemuan itu akan menghasilkan kesepahaman sebelum tanggal 17 Agustus mendatang. "Ya, kita berdoa saja, kita usahakan," harap Kalla.
(mar/)











































