Busung Lapar Makan 5 Korban Tewas di NTT
Selasa, 07 Jun 2005 18:20 WIB
Kupang - Penyakit busung lapar terus makan korban di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak kurang dari 5 balita dan anak-anak dilaporkan tewas. Pemerintah diminta segera mengambil tindakan.Korban tewas akibat busung lapar itu, tiga berasal dari Kabupaten Sumba Timur, dan dua lainnya adalah anak-anak pengungsi Timtim yang menatap di kamp Tuapukan dan Naibonat, Kabupaten Kupang. Saat ini tak kurang dari 11.015 balita di 16 kabupaten dan kota mengalami gizi buruk. Dikhawatirkan kondisi 11.015 balita akan meningkat menjadi busung lapar.Menurut Sekretaris Satkorlak Penangulangan Bencana Kejadian Luar Biasa (KLB) Gizi, FransSalim, sampai saat ini bantuan biskuit dan susu dari pemerintah pusat belum tiba. "Penanganan darurat menjadi tanggungan penuh pemerintah kabupaten dan kota," kata Frans saat dihubungi di Kupang, Selasa (7/6/2005).Hasil pemantauan detikcom di kamp pengungsi Timtim Tuapukan dan Naibonat, Kabupaten Kupang, ratusan anak dalam kondisi memprihatinkan. Rose Djarod, relawan dari CIS GMKI-GAMKI mengatakan, ratusan anak dan balita dalam kondisi kritis karena hanya mengkonsumsi bubur encer atau bubur campur jagung dua kali sehari. "Mereka jarang mengkonsumsi susu, apalagi ikan dan daging," kata Rose. Raimundo Fernandez (36), penghuni kamp pengungsi Naibonat, menyampaikan protes terhadap kebijakan pemerintah yang tidak memasukkan mereka sebagai masyarakat miskin penerima beras miskin (raskin). "Waktu pemilu, kami diberi KTP untuk ikut pemilu. Tetapi sekarang, semua bantuan dihentikan. Alasannya karena kami bukan warga negara Indonesia. Padahal, kami sudah mendapat KTP Indonesia," kata Raimundo.Frans Salim yang dikonfirmasi mengenai kondisi pengungsi Timtim, tidak mau berkomentar. Dia mempersilakan agar masalah itu ditanyakan langsung ke Wakil Gubernur NTT Frans Leburaya. "Saya tak bisa memberikan pernyataan soal keadaan pengungsi," katanya.
(mar/)











































