DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 06:49 WIB

Adu Strategi KPK-Novanto di Sidang Perdana dan Praperadilan

Rina Atriana - detikNews
Adu Strategi KPK-Novanto di Sidang Perdana dan Praperadilan Setya Novanto (Agung Pambudhy/detikcom)
FOKUS BERITA: Sidang Setya Novanto
Jakarta - Pekan lalu Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan sidang perdana Setya Novanto di kasus e-KTP akan digelar 13 Desember 2017 hari ini. Novanto akan menjadi terdakwa keempat di kasus yang sama setelah Irman, Sugiharto, dan Andi Narogong.

Kemarin, Novanto menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka e-KTP lainnya, Anang Sugiana. Usai diperiksa, Novanto memilih tak memberikan komentar apapun saat dimintai tanggapan soal sidang perdana.

Di saat yang sama, pengacara Novanto Firman Wijaya menyebut kliennya tengah stres menjelang sidang perdana. Firman juga mengungkit perihal 'track record' penyakit Novanto.

"Manusiawi ya, hal-hal semacam itu (stres atau tekanan). Tapi yang tidak bisa dibohongi kan record penyakit ya. Siapa pun itu, termasuk saya kalau menghadapi kondisi semacam ini, tentu ada penyakit bawaan yang sudah lama dan akut pasti akan memberikan dampak, ya," kata Firman Wijaya di KPK, Selasa (12/12).

Baca juga: Jelang Sidang e-KTP, Pengacara Ungkit Catatan Penyakit Setya Novanto

Pimpinan KPK Saut Situmorang menegaskan Novanto ada dalam keadaan sehat walafiat untuk bisa mengikuti sidang perdana hari ini. Hanya saja Novanto tak bisa memastikan apakah Novanto akan hadir atau tidak.

"Yang bersangkutan (Setya Novanto) sehat walafiat sampai sejauh ini," kata Saut.

Saut juga berharap Novanto kooperatif dengan hadir dalam sidang besok. Ini juga untuk mempercepat penuntasan kasus yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

"Biar cepat prosesnya, agar tidak memperpanjang permainan yang tidak menimbulkan kebaikan buat yang bersangkutan juga," tuturnya.

Sementara itu dalam sidang praperadilan yang digelar Selasa (12/12) kemarin, hakim meminta KPK untuk membawa bukti sidang di Pengadilan Tipikor pertimbangan dalam sidang putusan prapedilan pada Kamis (14/12).

Terkait permintaan hakim tersebut, Kabiro Hukum KPK Setiadi menyebut akan melapor dulu ke pimpinan KPK. Menurutnya, nanti pimpinan KPK yang akan memutuskan seperti apa.

"Saya harus melaporkan ke pimpinan karena pimpinan yang memutuskan," terang Setiadi.

Apabila sidang perdana hari ini jadi digelar, maka hakim tunggal praperadilan bisa langsung memutus gugur pengajuan praperadilan oleh Novanto. Namun, apabila sebaliknya, bisa saja pengajuan praperadilan Novanto dikabulkan dan status tersangkanya kembali gugur.

Majelis hakim yang akan menghakimi Novanto di kasus e-KTP masih sama susunannya seperti majelis hakim sidang 3 terdakwa e-KTP lain. Hanya saja ketua majelis Jhon Halasan Butarbutar kini diganti dengan hakim Yanto. Susunan majelis yang akan mengadili Setya Novanto antara lain Yanto, Frangki Tambuwun, Emilia Djajasubagja, Anwar, Ansyori Syaifudin.
(rna/dnu)
FOKUS BERITA: Sidang Setya Novanto
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed