"Informasi kita dapat dari masyarakat sudah lama, bahwa ada aktivitas prostitusi online yang menawarkan wanita-wanita cantik dengan tarif fantastis. Setelah melakukan pengintaian, kita tangkap muncikari atau germonya," terang Panit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel Iptu Alfredo Hidayat kepada wartawan di kantornya, Selasa (12/12/2017).
Kata Alfredo, pelaku mempromosikan dengan menampilkan foto wanita-wanita cantik lewat Instagram. Kemudian proses tawar-menawar dilakukan antara muncikari dan pelanggan lewat WhatsApp.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku yang merupakan warga Jalan Kejewan, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning, Palembang, ini ditangkap pada Senin (11/12), sekitar pukul 23.00 WIB. Dia diketahui telah menjalankan bisnis haram ini sejak dua tahun lalu.
Pelanggan dikenai tarif hingga Rp 10 juta sekali kencan dengan waktu lama atau long time.
Muncikari memasang tarif sekali kencan hingga Rp 10 juta. (Raja Adil Siregar/detikcom) |
"Kalau untuk tarif itu sekitar Rp 8-10 juta untuk long time. Harga ini tidak termasuk biaya penginapan atau hotel. Bisnis perdagangan wanita sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu dan ada 20 lebih wanita yang disediakan untuk pelanggan dan tawar-menawar via WhatsApp," ucap Alfredo.
"Pelaku ini bisa kita katakan sangat lincah dan licin karena sulit ditangkap. Bahkan banyak yang mengatakan pelaku merupakan muncikari besar di Sumsel karena sampai ke luar negeri juga. Tetapi, sepandai-pandai dia melakukan kejahatan, tetap berhasil kita ungkap perdagangan wanita ini," tutupnya.
Barang bukti yang diamankan adalah dua buah alat kontrasepsi dan ponsel dengan stok foto puluhan wanita berikut tarif yang disediakan. Seorang wanita ikut dibawa untuk diperiksa sebagai saksi. (jbr/jbr)












































Muncikari memasang tarif sekali kencan hingga Rp 10 juta. (Raja Adil Siregar/detikcom)