Saat 5 Pimpinan KPK Berjoget di Penutupan Hari Antikorupsi

Saat 5 Pimpinan KPK Berjoget di Penutupan Hari Antikorupsi

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 12 Des 2017 21:40 WIB
Saat 5 Pimpinan KPK Berjoget di Penutupan Hari Antikorupsi
Lima pimpinan KPK berjoget dalam acara penutupan Hari Antikorupsi Sedunia 2017. (Haris/detikcom)
Jakarta - Lima pimpinan KPK berjoget di atas panggung dalam acara penutupan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2017. Mereka menggerakkan badan mengikuti alunan musik grup band Letto.

Kejadian itu dimulai saat Letto membawakan lagu 'Sandaran Hati', yang jenis musiknya diubah sedikit menjadi versi dangdut. Mendengar musik tersebut, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata pun mengajak keempat rekannya sesama pimpinan KPK, yakni Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, dan Laode M Syarif, berjoget ke atas panggung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Saat 5 Pimpinan KPK Berjoget di Penutupan Hari Anti KorupsiLima pimpinan KPK berjoget di acara penutupan Hari Antikorupsi. (Haris/detikcom)

Pemandangan tersebut langsung menarik perhatian orang-orang yang berada dalam ruangan acara. Bahkan ada yang naik panggung dan ikut berjoget hingga berswafoto bersama lima pimpinan KPK itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum berjoget, Saut Situmorang juga sempat unjuk kemampuan bermusik dengan bermain klarinet. Ia tampil membawakan lagu 'Sometimes When We Touch'-nya Rod Steward.

Saat 5 Pimpinan KPK Berjoget di Penutupan Hari Anti KorupsiWakil Ketua KPK Saut Situmorang memainkan klarinet. (Haris/detikcom)

"Coba lihat lagunya, di situ ada strategi, ada kesetiakawanan, ada kadang-kadang merasa nggak aman. Jadi kalau kamu nge-touch sesuatu, hati-hati," ujar Saut saat ditanya alasannya membawa lagu tersebut.

Saat 5 Pimpinan KPK Berjoget di Penutupan Hari Anti KorupsiLima pimpinan KPK berjoget di acara penutupan Hari Antikorupsi. (Haris/detikcom)

Sebelumnya, acara Hari Antikorupsi Sedunia 2017 ini resmi ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK berharap korupsi bisa diberantas agar Indonesia tidak menjadi negara gagal.

"Apabila ingin negeri ini maju, bukan failed country, kita harus menjaga bangsa ini untuk tidak rusak karena korupsi. Baik itu di birokrasi maupun di masyarakat lainnya," ujar JK dalam pidato penutupannya. (HSF/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini