DetikNews
Selasa 12 Desember 2017, 19:45 WIB

Ustaz Somad Sempat Ditolak, Anggota DPD Arya Wedakarna Dipolisikan

Denita Matondang - detikNews
Ustaz Somad Sempat Ditolak, Anggota DPD Arya Wedakarna Dipolisikan Ismar Syafrudin melaporkan Arya Wedakarna ke Bareskrim. (Denita/detikcom)
Jakarta - Anggota DPD RI Arya Wedakarna dilaporkan ke Bareskrim oleh seorang warga bernama Ismar Syafrudin karena dituduh jadi provokator pengusiran Ustaz Abdul Somad di Bali. Selain Arya, empat anggota ormas dan enam orang lainnya dilaporkan.

Empat anggota ormas yang dilaporkan adalah pendiri dan guru besar perguruan silat Sandhi Murti Denpasar I Gusti Agung Ngurah Harta, Sekjen Laskar Bali Ketut Ismaya, Ketua Patriot Garda Nusantara Gus Yadi alias Agus Priyadi, dan anggota perguruan silat Sandhi Murti bernama Arif. Sedangkan dua orang lainnya adalah Jemima Mulyandari dan Mockha Jatmika

"Kami laporkan Arya Wedakarna. Beliau salah satu anggota DPD. Setelah saya lihat Facebook beliau, luar biasa kebenciannya terhadap hal-hal berbau syariah. Setiap ada peristiwa persekusi yang menyakitkan terhadap ulama kami, ya kami harus melakukan tindakan hukum," kata Ismar di kantor Bareskrim, gedung KKP, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2017).



Laporan Ismar diterima Bareskrim Polri dengan nomor LP 1356/XII/Bareskrim tanggal 12 November 2017. Para terlapor diduga melakukan tindak pidana provokasi, persekusi, dan ujaran kebencian sesuai UU ITE dan Perppu Ormas

Ismar mengaku menyerahkan ke Bareskrim sejumlah bukti dugaan persekusi terhadap Ustaz Somad, di antaranya sejumlah video yang beredar ke masyarakat dan dua video yang tidak tersebar ke media sosial.

"Itu video (yang tidak beredar ke masyarakat) yang sangat spesifik tentang terjadinya suatu tindak pidana persekusi tindak pidana pengancaman pembunuhan," kata Ismar.



Ismar mengatakan setidaknya ada dua posting-an di akun Facebook dan Twitter Arya mengenai Islam yang direspons negatif sejumlah masyarakat di Bali. Akhirnya sejumlah warga terprovokasi dan menolak kehadiran Ustaz Somad.

"Ada dua unggahan, (pada tanggal) 1 dan 3 Desember unggahan beliau di Facebook dan Twitter dan direspons masyarakat sana terlihat kebencian. Ini yang perlu disayangkan," ucap Ismar.

Menurut Ismar, sikap Arya sebagai tokoh publik tidak pantas memprovokasi sejumlah ormas menolak Ustaz Somad berdakwah di Bali. Apalagi Arya dianggap tokoh yang paling tinggi menjunjung nilai toleransi.

"Sangat luar biasa jadi oknum yang selama ini dianggap paling toleran ternyata beliaulah yang melakukan tindakan intoleran. Masak iya orang mau menyampaikan ceramah, menghalangi dakwah karena kata-katanya dianggap tidak pancasilais, na'udzubillah," ucap Ismar.

Ismar mengatakan pihaknya akan menerima permintaan maaf Arya Wedakarna bila ia melakukannya. Tetapi proses hukum tetap akan berjalan.

"Ya kami akan memaafkan secara agama. Kami akan memaafkan segala sesuatunya apabila mereka minta maaf. Tetapi secara hukum tetap berjalan terus, Ustaz Somad juga mempersilakan (melaporkan Arya)," ujar Ismar.
(idh/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed