KPUD Cilegon Bantah Lakukan Perhitungan Tertutup di 2 Hotel

KPUD Cilegon Bantah Lakukan Perhitungan Tertutup di 2 Hotel

- detikNews
Selasa, 07 Jun 2005 17:47 WIB
Jakarta - Pasca pilkada di Cilegon yang berlangsung lancar, muncul isu tak sedap. Tersiar kabar bahwa Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cilegon melakukan perhitungan secara sembunyi-sembunyi di Hotel Permata dan Hotel Sari Kuring bersama dengan salah satu tim sukses kandidat walikota Cilegon.Menanggapi adanya tudingan yang dilansir oleh Tim Monitoring Pilkada 2005 FPKS tersebut, Ketua KPUD Cilegon Suherman membantahnya. "Masyarakat boleh saja omong tapi harus ada juga buktinya," ungkap Suherman saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (7/5/2005).Dalam perhitungan tertutup tersebut, perolehan suara sementara yang dimenangkan pasangan Aat Syafa'at dan Rusli Ridwan dibantah Suherman. "Sampai saat ini belum ada perhitungan, karena masih menunggu perhitungan suara resmi," tambah dia.Suherman menjelaskan, penghitungan baru akan dilakukan secara serentak bersama saksi-saksi, LSM, dan masyarakat terbuka di KPUD Cilegon, 10 sampai 13 Juni 2005 mendatang. Sementara kertas suara, kotak suara serta bilik suara masih diamankan kepolisian di KPUD Cilegon.Mengenai adanya aksi demonstrasi ratusan masyarakat Cilegon yang tidak mendapat kartu hak pilih pada pilkada lalu di kantor KPUD Cilegon, Selasa siang (7/6/2005), Suherman mengaku tak bersalah."Kami hanya mengikuti data pemilih menurut data kependudukan yang ada," ujar Suherman.Lalu, adanya warga yang menanyakan data pemilih tetap namun tidak terdaftar sebagai pemilih, Suherman meminta agar masyarakat memaklumi karena KPUD sebagai penyelenggara hanya mendapat data pemilih dari data kependudukan yang ada. Gugat SCTVDalam kesempatan tersebut, Suherman menyatakan akan menggugat SCTV atas pemberitaan media ini. Suherman menyebut, televisi telah menyiarkan berita penghitungan tersembunyi yang dilakukan KPUD bersama tim sukses calon bupati Aat Syafa'at-Rusli Ridwan pukul 11.00 WIB hari ini. "Saya sudah menyampaikan gugatan itu ke pengacara," urainya. "Pemberitaan itu menyesatkan dan membuat ramai di tengah masyarakat," sambungnya. Seperti diketahui, dalam Pilkada Cilegon Minggu (5/6/2005) lalu, ada tiga pasangan calon yang bertarung. Pasangan pertama adalah Tubagus Aat Syafaat-Rusli Ridwan yang diajukan Golkar, PAN dan PPP. Syafa'at adalah Walikota Cilegon masa jabatan 2000-2005. Pasangan kedua adalah H Ade Miftah dan Ni'matullah Mansur yang diajukan koalisi PKS, PBB dan Partai Demokrat. Pasangan ketiga adalah H. Entol Muhammad Sadeli Ali-Wakil Tarbin Usman yang didukung PDIP dan PKB.Hasil penghitungan cepat yang dilakukan KPUD Cilegon, pasangan Aat-Rusli memperoleh suara paling tinggi. Dari 100 persen suara yang masuk ke KPUD, pasangan ini membukukan kemenangan dengan perolehan 87.212 suara atau 51,172 persen.Pasangan ini menang tipis atas perolehan suara rival terberatnya, pasangan Ade Miftah-Ni'matullah Mansur yang diajukan PKS, PBB, dan Partai Demokrat. Pasangan Ade-Ni'matullah memperoleh 71.798 suara atau sekitar 42,128 persen. Sedangkan, pasangan H. Entol Muhammad Sadeli Ali dan Tarbin Usman hanya berhasil mengumpulkan 11.419 suara atau sekitar 6,7 persen. (nrl/)


Berita Terkait