"Jadi hotline sudah (terima) 500 (penelepon/SMS) lebih, tapi kita belum dapat yang signifikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Menurur Argo, kebanyakan penelepon atau pengirim SMS ke hotline tersebut hanya untuk mengetes saja. Bahkan ada di antaranya yang menawarkan untuk menggunakan jasa paranormal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping menerima informasi, lanjut Argo, pihaknya juga menyelidiki dan menelusuri terduga pelaku. Polisi bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk menyelidiki terduga pelaku.
"Sifatnya kita koordinasi saja," ujar Argo.
Seperti diketahui, Polda Metro Jaya telah merilis tiga sketsa wajah berbeda yang diduga sebagai pelaku teror terhadap Novel. Sketsa wajah tersebut dibuat berdasarkan keterangan para saksi yang mencurigai pelaku pada waktu sebelum dan sesaat kejadian. (mei/idh)











































