Ridwan Hisjam Ungkap Pertengkaran Vs Aziz soal Kursi Ketua DPR

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 12 Des 2017 13:42 WIB
Wakil Ketua F-Golkar Ridwan Hisjam (dok. DPR)
Jakarta - Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR membahas posisi kursi Ketua DPR diwarnai 'pertengkaran' di antara elite Golkar. Nama Aziz Syamsuddin, yang diusulkan Setya Novanto menjadi Ketua DPR namun akhirnya ditolak Bamus, terlibat keributan dengan Wakil Ketua Fraksi Golkar Ridwan Hisjam.

Isu 'pertengkaran' tersebut dibantah Aziz lewat WhatsApp, tapi dibenarkan Hisjam. Menurut Hisjam, lamanya waktu rapat menjadi salah satu pemicunya.


"Kamu dapat berita apa kamu? He-he-he..., soal (rapat Bamus) kemarin? Teganglah pasti, lima jam masak nggak tegang," ujar Hisjam membuka cerita 'tengkar' dengan Aziz melalui sambungan telepon, Selasa (12/12/2017).

Panjang-lebar Hisjam menceritakan kronologi keributannya dengan Aziz. Satu hal yang pasti, dia mengatakan keributan itu tak terjadi di ruang Bamus. Ribut-ribut itu membahas surat pengunduran diri Novanto dari kursi Ketua DPR dan penunjukan Novanto kepada Aziz sebagai pengganti Ketua DPR.


Menurut Hisjam, 'pertengkarannya' dengan Aziz terjadi saat rapat Bamus diskors 15 menit. Saat itu, pimpinan rapat Bamus, yaitu Fadli Zon, meminta Fraksi Golkar, yang terdiri dari Robert Kardinal, Ridwan sendiri, Roem Kono, Ibnu Munzir, Agus Gumiwang Kartasasmita, Aziz Samual, Kahar Muzakir, dan Aziz sendiri pindah ke suatu ruangan di dekat Bamus untuk lobi-lobi.


Saat lobi itulah keributan keduanya terjadi.

"Terjadi perdebatan, terus saya dan Pak Aziz terjadi perdebatan keras juga karena memang saya menyampaikan di forum itu. Saya ini hari Sabtu siang jam 12 itu telah menelepon Mas Aziz Syamsuddin sekitar jam 12-an dan Mas Aziz berada posisi di Lampung, eh waktu itu di dapil, di Malang," ungkap Ridwan.


"Nah, itu saya sampaikan saya sudah bilang. 'Pak Aziz, kenapa kok proses ini yang ditempuh?'" imbuh Ridwan.

Namun Aziz diceritakan Ridwan kukuh berpendapat bahwa penunjukannya oleh Novanto sebagai Ketua DPR tak menyalahi apa pun. Ridwan tak terima.


"Perdebatan itulah yang membuat saya dan Pak Aziz tegang. Membuat Pak Aziz tegang sama saya, lah, terus terjadilah kata-kata yang mengajak kemarahan karena suaranya sama-sama keras, kan. Itulah yang dianggap kita mau berkelahi," jelas Ridwan. (gbr/dkp)