DetikNews
Selasa 12 Desember 2017, 11:56 WIB

Kapolri Sebut Terorisme Jelang Natal-Tahun Baru Perlu Diwaspadai

Audrey Santoso - detikNews
Kapolri Sebut Terorisme Jelang Natal-Tahun Baru Perlu Diwaspadai Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut terorisme perlu diwaspadai jelang libur Natal dan Tahun Baru 2018. Namun, Tito memastikan ancaman terorisme tersebut telah diantisipasi jajarannya.

"Ada 3 hal penting yang kita waspadai, (urutan) satu, terorisme, kenapa? (berdasarkan) pengalaman," ujar Tito di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

"Kita bekerja, tidak ingin sampai kecolongan," imbuh Tito menegaskan.

Selain itu, Tito menyebut arus mudik akan menjadi perhatian Polri selanjutnya. Menurut Tito, masyarakat biasanya mengambil cuti untuk menghabiskan waktu libur panjang.

"Kalau masyarakat ambil cuti sampai dengan tanggal 1 dan 2 (Januari 2018), berarti liburnya panjang ini. Libur panjang ini bisa terjadi migrasi arus mudik, arus balik," ucap Tito.

Kekhawatiran Tito akan arus mudik itu merujuk pada ditutupnya Tol Gringsing. Dia khawatir akan ada kepadatan kendaraan di jalur pantai utara Jawa (pantura).

"Yang menjadi masalah mungkin Tol Gringsing sekarang lagi perbaikan. Otomatis ini menggunakan jalur Pantura. Oleh karena itu tetap kita waspadai arus mudik, arus balik. Rapat-rapat dengan stakeholder tetap kita lakukan. Ini yang dimaksimalkan nantinya," ucap Tito.

"Kita minta masyarakat tidak berbondong-bondong pulang kampung," imbuh Tito memberikan imbauan.

Hal terakhir yang menjadi perhatian Tito yaitu terkait distribusi bahan pokok. Menurutnya, momentum Natal dan pergantian tahun akan menuntut tingginya permintaan bahan pokok sehingga ketersediaan serta distribusinya harus dijaga.

"Supply cukup. Permasalahannya mungkin di proses distribusi, yaitu adanya pemain-pemain. Nah ini saya minta lakukan pendekatan kepada asosiasi-asosiasi pedagang, misalnya asosiasi pedagang gula, beras, supaya jangan mengambil keuntungan berlebihan yang mengakibatkan terjadinya inflasi," ucap Tito.

"Kemudian kita waspada juga karena ini musim perayaan, kemeriahan, maka biasanya demand pangan tinggi. Beras, minyak, gula, dan lain-lain. Oleh karena itu kita lakukan rapat stabilitas harga pangan. Kemarin sudah dengan Mentan (Menteri Pertanian), Menperin (Menteri Perindustrian), Bulog, dan semua wilayah, kapolda, kapolres. Saya perintahkan untuk satgas pangannya mengawasi," imbuh Tito menegaskan.
(aud/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed