DetikNews
Selasa 12 Desember 2017, 11:15 WIB

Saat Ical Turun Gunung demi Aziz Syamsuddin

Elza Astari Retaduari - detikNews
Saat Ical Turun Gunung demi Aziz Syamsuddin Aburizal Bakrie (Ical) (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Aburizal Bakrie (Ical) turun gunung dalam perebutan kursi Ketua DPR. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar itu mendukung Setya Novanto yang mengundurkan diri sebagai Ketua DPR dan menunjuk Aziz Syamsuddin untuk menggantikannya.

Langkah Ical bukan hanya di jajaran internal belaka. Mantan Ketum Golkar ini bahkan mengirimkan surat ke DPR sebagai penguat dari surat Novanto.

Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati, yang hadir dalam rapat Bamus DPR, Senin (11/12/2017) kemarin, memastikan soal surat Ical itu. Dia membenarkan ada surat dari Ical yang mendukung surat dari DPP Golkar.


"Mendukung surat dari DPP Partai Golkar tentang pengunduran diri Setnov dan penggantinya, Aziz," kata Reni.

Surat dari DPP Golkar senada dengan Novanto. Intinya adalah soal pengunduran diri Novanto dan penunjukan Aziz sebagai Ketua DPR.

Dalam suratnya, Ical mengatasnamakan Dewan Pembina Golkar. Reni memastikan surat dari Ical memang benar ada.

"Surat Dewan Pembina mendukung surat dari DPP," jelas Reni.

Video 20Detik: Akbar Tanjung Pertanyakan Keabsahan Novanto Tunjuk Aziz Syamsuddin

[Gambas:Video 20detik]


Keterlibatan Ical juga diisyaratkan oleh Aziz. Dia mengatakan penunjukan dirinya sebagai Ketua DPR sudah atas persetujuan Dewan Pembina Golkar, yang berada di bawah kepemimpinan Ical.

"Yang penting tanda tangan ketua umum dan sekjen dan dewan pembinanya sah," ujar Aziz di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12).

Tindakan Ical mendapat protes dari Sekretaris Dewan Pembina Golkar Fadel Muhamad. Menurut dia, langkah Ical justru memperburuk situasi.

Saat Ical Turun Gunung Demi Aziz SyamsuddinAziz Syamsuddin (Ari Saputra/detikcom)

"Hal ini sewenang-wenang saja, Pak Aburizal Bakrie mengambil langkah-langkah untuk penggantian dan tanda tangan sehingga membuat suasana menjadi tidak bagus," ucap Fadel, Senin (11/12).

Fadel mengatakan DPR bukanlah milik Novanto. Karena itu, proses pemilihan Ketua DPR, seperti penunjukan Aziz, dinilai Fadel tidaklah benar.

"Tentunya yang paling utama adalah prosesnya tidak benar. Kemudian juga ini organisasi, bukan milik Novanto pribadi," tutur Fadel.


"Padahal dalam AD/ART itu, dan pada waktu pertemuan DPP dengan dewan pembina, Pak Idrus bersama Pak Aburizal Bakrie, kami ikut hadir mengatakan apabila ada pergantian pimpinan di lembaga tinggi negara akan dibicarakan dengan para anggota," tambah dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan tidak membantah soal adanya surat Ical ke DPR. Namun, secara mekanisme, surat-surat di sidang paripurna hanya dibacakan nomor dan perihalnya, bukan isinya.

Saat Ical Turun Gunung Demi Aziz SyamsuddinTaufik Kurniawan (Parastiti Kharisma Putri/detikcom)

"Dalam tatib, hanya penyampaian nomor dan perihal surat. Jadi tidak dibacakan, hanya disampaikan surat dari mana, seperti surat dari presiden kan," ungkap Taufik.

DPR akhirnya memutuskan hanya mengakomodasi pengunduran diri Novanto sebagai Ketua DPR. Soal pengganti Novanto, kata Taufik, DPR menyerahkan kepada lingkup internal Golkar untuk dibahas lebih dulu.

"Telah disepakati kita serahkan sepenuhnya ke Fraksi Golkar setelah Pak Novanto mengundurkan diri," tutur dia.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed