DetikNews
Selasa 12 Desember 2017, 09:05 WIB

Takut dan Paniknya Saksi Saat Lihat Pelecehan Seksual di KRL

Niken Purnamasari - detikNews
Takut dan Paniknya Saksi Saat Lihat Pelecehan Seksual di KRL Foto: Internet
Jakarta - Virginia (19) tak menyangka KRL yang sering kali ia gunakan menjadi tempat menyeramkan baginya. Ia menyaksikan secara langsung perbuatan tidak senonoh yang membuat dirinya lemas.

Peristiwa itu terjadi Kamis (6/12/2017) lalu. Nia, panggilan Virginia, yang baru saja pulang dari kampusnya naik KRL tujuan Bekasi. Sebab KRL tujuan Jakarta-Cikarang datang terlebih dahulu, ia pun akhirnya naik kereta itu.

Nia menggambarkan kondisi kereta saat itu penuh dan sesak. Ia pun masuk dan berdiri di bagian tengah gerbong. Begitu kereta masuk ke stasiun Cikini, di situlah Nia bertemu dengan pelaku.

"Pas di Cikini, mas-mas (pelaku) naik. Dia ke bagian tengah dan berdiri di belakang aku persis. Aku bisa ngerasain bokong aku dengan alat vitalnya. Ada rasa geli dan aku ngerasa ini mulai nggak benar. Akhirnya aku inisiatif gerak-gerak supaya bisa pindah. Susah banget karena desak-desakan," kata Nia, Senin (11/12/2017).


Nia berhasil pindah dan berada di sebelah kanan pelaku. Begitu kereta masuk ke stasiun Manggarai, penumpang merangsek masuk dan kondisi semakin sesak. Nia saat itu tengah memegang ponselnya sambil chat dan mendengarkan lagu.

Nia mengatakan, ia tidak sepenuhnya fokus bermain ponsel. Dia tetap melihat kondisi sekitar, terutama pelaku yang digambarkannya sebagai sosok menakutkan.

"Pelaku tinggi gede. Sekitar 170 cm. Dia pegang ke hand holder pakai dua tangan. Pas aku main HP sambil ngelihat ke bawah. Pas ke arah kaki sebelah kiri. Lho langsung kaget banget ngelihat alat vital pelaku. Posisinya nempel di belakang mba-mba," cerita Nia.


"Di situ kan aku langsung buyar. Mikir ini orang udah nggak beres. Aku ngelihat di kaca dan dia ngelihat aku juga. Dia nyadar kalau aku ngelihatin diam," lanjut dia.

Usai melihat pelaku dari kaca, Nia mengungkapkan dirinya panik bercampur takut. Dia pun mencoba mengirim pesan kepada ayahnya sambil gemetaran.

Sementara pelaku, lanjut Nia, masih tetap melakukan aksinya sambil menatap sinis ke arahnya. Sayang, ia menyebut tidak ada petugas di gerbong tersebut.

"Aku panik dan papaku sempat balas untuk teriak minta tolong. Tapi pelaku ngelihat gerak-gerik aku. Papa akhirnya video call dan minta aku untuk arahin HP ke muka pelaku. Aku sambil pelan-pelan arahin ke muka pelaku karena takut," terangnya.

"Setelah itu, pelaku langsung menggenggam tangan kiri aku dan nyakar. Aku langsung lepasin sambil ngelepas masker dan lihatin beberapa detik buat nunjukin kalau aku berani," imbuh Nia.

Sambil melepas genggaman pelaku, Nia juga berusaha untuk menggeser posisi. Dia sempat memberi kode ke penumpang yang ada di dekatnya namun hasilnya nihil. Penumpang itu lebih fokus ke ponselnnya.

Sampai akhirnya Nia mencoba minta tolong ke penumpang lain di sebelahnya. Dia memberikan catatan (notes) lewat ponsel.

"Aku ngetik notes dan minta tolong ke mbak-mbak sebelah aku. Aku ngasih pelan-pelan dan mbaknya melihat dia langsung bilang 'Astaghfirullah' dan menoleh ke pelaku. Mbak-mbak itu ikut takut dan turun duluan di stasiun Kranji," katanya.

Nia sempat ingin ikut turun di stasiun Kranji. Namun karena pintu kereta telah ditutup, ia pun akhirnya tak berhasil keluar hingga Bekasi. Nia juga melihat pelaku mengambil sesuatu dari tas yang ditaruh di kabin.

"Aku sempat lihat dari kaca pelaku ambil barang dari tas. Aku mikir jangan-jangan barang tajam karena dia tahu aku ngelihat dia," sebut Nia.

Takut dan Paniknya Saksi Saat Lihat Pelecehan Seksual di KRLFoto: Internet

Begitu sampai di Stasiun Bekasi, Nia berusaha untuk lari di tengah banyaknya penumpang yang berdesakan turun. Dia berhasil menemui petugas keamanan di stasiun tersebut dan melaporkan ke polisi stasiun.

"Saya langsung lari dan kondisi stasiun ramai banyak yang turun. Saya sempat noleh ke belakang dan ternyata lihat pelaku juga lari. Di depan ada 4 petugas keamanan dan saya langsung nangis minta tolong. Aku nangis sambil di bawa ke ruang polisi stasiun untuk cerita kejadian. Akhirnya kepala security ke gerbong mencari pelaku," kata Nia.

Saat dicari, pelaku rupanya sudah kabur dan tidak diketemukan. Nia yang diwakili sang ayah akhirnya membuat laporan ke polisi.
(nkn/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed