Banjir Lumpur di Donggala, Warga Kesulitan Air Bersih
Selasa, 07 Jun 2005 15:25 WIB
Donggala -
Banjir air bercampur lumpur dan batang kayu serta batu yang menghantam Bobo, Donggala, Sulawesi tengah menghancurkan rumah dan tiga bak serta 500 meter pipa penyalur air bersih untuk kebutuhan minum dan mencuci warga setempat. Menunggu perbaikan tiga bak dan 500 meter pipa air minum, warga setempat saat ini menggali sumur-sumur kecil di tepi Sungai Saluntodolo. Air mereka angkut dengan jerigen maupun ember. Selain untuk air minum, warga juga menggunakan air dari sumur itu untuk mandidan mencuci.Medy, salah seorang warga setempat terlihat tengah menggali sumur. Dia memerlukan air untuk minum dan memasak. Sudah dua hari ini, mereka hanya berharap air bersih dari sumur-sumur itu. Lantaran tidak permanen dan selalu tersapu oleh aliran sungai saat kembali keesokan harinya, mereka harus menggali sumur baru lagi. "Setengah mati juga begini. Kalau mau ambil air harus selalu gali sumur. Mana rumah saya jauh. Berat juga angkat jerigen setiap hari," aku Medy pada detikcom, Selasa (7/6/2005). Fauzan pun begitu. Bocah ini mengaku disuruh ibunya mengambil air untuk mandi. Ia juga mengaku baru kali ini disuruh menggali sumur untuk air minum dan memasak."Saya sudah dua hari disuruh mama ambil air untuk memasak. Biasanya juga dipakai mandi. Katanya bak air minum sementara diperbaiki," kata bocah lelaki ini.Sementara itu, rumah-rumah warga yang sudah roboh ditinggalkan oleh penghuninya. Mereka memilih mengungsi ke rumah saudaranya di tempat yang lebih aman. Banjir yang melanda Bobo, tercatat sebagai banjir ketiga yang menghantam wilayah Donggala sepekan terakhir. Kerugian terbesar dialami warga di Omu, lalu Sibalaya dan terakhir di Bobo, Donggala. Ratusan kilogram biji kakao kering dan gabah ikut tersapu banjir. Beruntung tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.
(asy/)










































