DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 21:36 WIB

Pilgub Jatim 2018

Megawati Jadi Jurkam Gus Ipul-Anas, Gerindra Masih Cari Cagub

Rois Jajeli - detikNews
Megawati Jadi Jurkam Gus Ipul-Anas, Gerindra Masih Cari Cagub Megawati Soekarnoputri (Rachman Haryanto/detikcom)
FOKUS BERITA: La Nyalla Vs Prabowo
Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah akan terjun langsung untuk pemenangan Pilgub Jawa Timur 2018. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga akan turun sebagai juru kampanye.

Megawati dan dua jawara PDIP itu dikerahkan untuk membantu pemenangan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas.

"Pak Sekjen dan Pak Wasekjen Ahmad Basarah akan ikut turun untuk memenangkan Gus Ipul-Mas Anas," kata Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari kepada wartawan seusai pertemuan tertutup dengan tim pemenangan Gus Ipul-Anas di kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendansari Industri, Surabaya, Senin (11/12/2017).

Selain ikut dalam pemenangan pasangan tersebut, Hasto dan Basarah akan ikut mengawasi langsung pilkada-pilkada di Jawa Timur. Keduanya mendapat tugas masing-masing.

Megawati Jadi Jurkam Gus Ipul-Anas, Gerindra Masih Cari CagubGus Ipul (kanan) dan Anas (Ardian Fanani/detikcom)

"Nanti Pak Sekjen fokus di kawasan Mataraman, sedangkan Pak Wasekjen Ahmad Basarah di kawasan Tapal Kuda," tutur Sri Untari.

Selain Sekjen dan Wasekjen, PDIP mengerahkan juru kampanye Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Juga kepala-kepala daerah dari PDIP, seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Bu Mega dan Bu Risma akan jadi jurkam," kata Sri Untari.


PDIP pun akan menerjunkan menteri-menteri dan politikus partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Para menteri akan ikut serta menjadi jurkam apabila mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo.

"PDI Perjuangan sengaja turun dengan full team untuk memenangkan pemilihan Gubernur Jawa Timur karena Jawa Timur merupakan daerah penting. Jumlah pemilihnya terbesar kedua setelah Jawa Barat," jelas Sri Untari.


Apakah Surat Tugas untuk La Nyalla Bentuk Keseriusan Gerindra?


DPP Partai Gerindra memberikan surat penugasan kepada La Nyalla M Mattalitti untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur. La Nyalla juga diminta mencari tambahan dukungan dari partai lain.

La Nyalla harus mencari dukungan dari partai lain agar persyaratan maju dalam pilgub minimal 20 kursi DPRD terpenuhi. La Nyalla harus 'berkeringat' mencari support dari partai lain agar pencalonannya sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur 2018 berjalan lancar.

Syarat untuk maju dalam pilgub adalah 20 kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur. Melihat perolehan kursi di Dewan, Gerindra mendapatkan 13 kursi. Masih butuh 7 kursi lagi agar La Nyalla bisa diusung sebagai cagub.

Megawati Jadi Jurkam Gus Ipul-Anas, Gerindra Masih Cari Cagub
La Nyalla Mattalitti (Adhar Muttaqin/detikcom)

Dari 10 partai pengisi kursi di legislatif DPRD Jatim, PKB memiliki 20 kursi, PDIP 19 kursi. Keduanya telah berkoalisi mengusung pasangan Gus Ipul-Anas.

Kemungkinan kursi paslon Gus Ipul-Anas ini akan bertambah lagi dari PKS (6 kursi), yang kabarnya tinggal menekan surat untuk bergabung dengan PDIP dan PKB. Jika benar tiga parpol ini bergabung, Gus Ipul-Anas mendapatkan dukungan partai dengan perolehan 45 kursi atau hampir separuh dari total 100 kursi di DPRD Jatim.

Sedangkan partai yang sudah menyatakan dukungannya mengusung paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak adalah Demokrat (13), Golkar (11), PPP (5), NasDem (4) dan Hanura (2). Total kursi Dewan untuk Khofifah-Emil adalah 35 kursi.


Tinggal kursi dari Gerindra (13) dan PAN (7) yang bisa mengantarkan mantan Ketua Umum PSSI itu ikut bertarung melawan poros Gus Ipul dan Khofifah.

Namun, berdasarkan surat penugasan bernomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 tertanggal 10 Desember 2017, La Nyalla harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan 'sisa partai' pemilik 7 kursi dari PAN.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani, dijelaskan beberapa hal. Pertama adalah soal usulan La Nyalla dalam pencalonan Gubernur Jawa Timur periode 2018-2013 untuk diproses di Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra.

Melalui surat tugas ini, La Nyalla diminta memastikan dukungan dari partai lain untuk melengkapi persyaratan pencalonan. La Nyalla juga diminta menyiapkan kelengkapan pemenangan.

Apabila sampai 20 Desember 2017 La Nyalla tidak mampu memenuhi persyaratan dukungan dari partai lain dan kelengkapan pemenangan, surat tugas ini otomatis tidak berlaku.

Menjadi pertanyaan mengapa Gerindra tidak ikut membantu La Nyalla melobi PAN agar mau bergabung untuk memberi dukungan. Apakah surat penugasan itu sudah bentuk keseriusan Gerindra mengusung La Nyalla?


Meski demikian, La Nyalla tetap bekerja keras untuk mendapatkan 'rekomendasi' dari PAN agar memenuhi persyaratan pencalonan.

"Insyaallah kami akan menjalankan perintah dalam surat tugas ini dengan baik, dengan sekuat tenaga," terang La Nyalla dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/12/2017).

Menurut La Nyalla, dalam waktu dekat pihaknya akan meningkatkan komunikasi ke sejumlah tokoh partai, termasuk Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Kita akan mengkonsolidasikan kekuatan untuk memenuhi persyaratan pencalonan. Sejauh ini kita berkomunikasi dengan partai, termasuk PAN, cukup baik dan intens," jelas La Nyalla.
(roi/elz)
FOKUS BERITA: La Nyalla Vs Prabowo
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed