DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 20:13 WIB

Kemenhub Prediksi Jumlah Pemudik di Libur Akhir Tahun Menurun

Zunita Amalia Putri - detikNews
Kemenhub Prediksi Jumlah Pemudik di Libur Akhir Tahun Menurun Ilustrasi (Muhammad Idris/detikFinance)
Jakarta - Jumlah pemudik pada libur Natal dan tahun baru 2017 diprediksi menurun dibanding libur Lebaran. Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik akhir tahun ini 2,5 juta orang.

"Prediksi kita tahun ini, penumpang yang akan lakukan mudik liburan Natal dan tahun baru sekitar 2,5 juta. Berarti ada penurunan sekitar 0,85 persen, itu di angkutan jalan," ujar Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub Cucu Mulyana di Jl Adityawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2017).

Cucu memprediksi angkutan penyeberangan akan mengalami peningkatan jumlah penumpang. Dia memprediksi peningkatan jumlah pemudik menggunakan angkutan jalur air mencapai 4,5 persen, yaitu sekitar 3,44 juta orang.

"Untuk angkutan penyeberangan ini akan mengalami peningkatan sekitar 4,5 persen atau sekitar 3,44 juta untuk di angkutan penyeberangan," imbuhnya.

Untuk melayani pemudik yang melalui jalur darat, Kemenhub menyediakan 48 unit bus angkutan antarkota antarprovinsi dan angkutan kota dalam provinsi. Bus-bus ini digunakan bila ada lonjakan yang signifikan.

"Kita sudah siapkan sarana dan prasarana, kita siapkan 48 unit bus, untuk antarkota antarprovinsi dan angkutan kota dalam provinsi maupun bus pariwisata, kita akan gunakan manakala terjadi lonjakan yang sangat signifikan. Kita akan melakukan pemantauan di 15 provinsi yang meliputi di dalamnya ada 48 terminal tipe A," jelasnya.

Selain itu, menyambut libur akhir tahun, Kemenhub juga menyiapkan 200 kapal penyeberangan di 10 pelintasan, yang meliputi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bakauheni-Merak, Lombok, dan NTT.

"Kita akan siapkan sarana-prasarana itu sendiri. Kita siapkan sekitar 200 kapal penyebrrangan di 10 lintas penyeberangan, seperti dari Sumatera Utara Gunungsitoli, kemudian Sumatera Selatan Tanjung Api-api, Bakauheni-Merak, kemudian dari Lombok ke NTT, kemudian Bajoe Kolaka di Sulawesi Utara, dan Maluku," tuturnya.
(ams/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed