Pengeroyokan terjadi di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu (10/12) pukul 04.30 WIB. Sebelum mengeroyok Dhoni, para pelaku yang tergabung dalam kelompok Gabrux dan Astro Boy kumpul terlebih dahulu di Kramat Jati, Jakarta Timur.
Setelah itu, sekumpulan remaja tersebut bergerak menuju Tanjung Barat untuk menyerang kelompok remaja lainnya yang tergabung dalam kelompok Belgia. Setiba di lokasi, mereka langsung menyerang remaja yang ada di Gang Unidra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban meninggal dunia, karena korban mengalami luka robek di lengan kanan atas, kemudian lengan kiri atas siku, perut kiri, pinggul belakang, dan lecet siku lengan kanan," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin dalam keterangannya, Senin (11/12/2017).
Dhoni tergeletak bersimbah darah. Dia langsung dibawa oleh saksi bernama Suhaedi ke RSUD Pasar Minggu. Namun nyawanya tak tertolong. Sementara itu, para pelaku melarikan diri.
Polisi kemudian menangkap enam pelaku di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pukul 16.00 WIB kemarin. Dua pelaku lainnya, D dan K, pun diimbau segera menyerahkan diri.
"Total ada delapan pelaku, namun baru enam pelaku yang sudah tertangkap dan dua lainnya masih dalam pengejaran," terang Mardiaz.
Dia menerangkan, kedelapan pelaku mempunyai peran masing-masing dalam pengeroyokan tersebut. AN, CA, AF sebagai joki motor, D dan K yang membacok korban, dan AD, SJ, IF melempari korban dengan batu.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP juncto 338 KUHP. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua sepeda motor, sebilah celurit, dan pakaian pelaku. (knv/idh)











































