Surat Berbau Australia Jadi Fobia Baru di Bali
Selasa, 07 Jun 2005 15:10 WIB
Denpasar - Ada fobia baru di Bali: surat ada bau-bau Australianya. Seperti yang terjadi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Kantor para jaksa itu langsung mengundang polisi untuk mengamankan surat yang ada identitas Australianya.Begitu tiba pada Jumat (3/6/2005) sore lalu, surat itu tidak pernah disentuh langsung. Staf Kejati bahkan langsung membungkusnya dengan plastik. Pada Selasa (7/6/2005) surat yang bertuliskan sebuah alamat di Australia itu malah diletakkan di bawah tiang bendera, di halaman belakang kantor.Meski sudah diungsikan jauh, tapi rasa takut itu tetap saja membuncah. Akhirnya aparat Polda Bali pun dipanggil. Surat yang ditujukan untuk seorang jaksa, Ida Bagus Wiswantanu, itu pun diamankan.Wakil Kepala Kajati Mohammad Ismail menyangkal pihaknya takut surat itu mengandung virus anthrax atau bau tajam seperti yang diterima Kepala Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Berikut petikan tanya jawab wartawan dengan Ismail di kantornya, Jl Empu Tantular, Denpasar:Apa takut sama virus?Takut? Apa sih yang kita takuti. Waspada saja.Kenapa diserahkan ke Polda?Namanya juga koordinasi. Apa sih salahnya. Ini untuk hati-hati, bukan antisipasi dari segala kemungkinan.Kemungkinan apa?Lho mana saya tahu, hati-hati saja.Bapak takut mencium surat itu?Untuk apa cium surat (tertawa). Gila apa kita cium surat. Kayak di pengadilan lagi. Ternyata setelah dicium, tidak ada apa-apa.Kabid Humas Polda Bali Kombes AS Reniban mengakui pihaknya mengamankan surat itu. Tapi Polda Bali tidak melakukan pemeriksaan terhadap surat itu. Surat itu malah dikirimkan ke Labfor Mabes Polri di Jakarta bersama surat yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dan jaksa kasus Corby di Kejaksaan Negeri Denpasar.
(nrl/)











































