Keluhkan Limbah Pabrik Besi, Warga di Makassar Protes
Selasa, 07 Jun 2005 14:58 WIB
Makassar - Limbah PT Barawaja, pabrik besi yang berada di antara kecamatan Tallo dan Panakkukang, Makassar dikeluhkan oleh warga sekitar. Sebab, selain polusi suara, air sumur warga mulai dicemari. Hal ini disampaikan oleh puluhan warga yang mendatangi DPRD Makassar, Jl Andi Pettarani. Mereka menuntut agar PT Barawaja segera direlokasi. "Kami datang ke sini agar pabrik itu dipindahkan. Karena sangat mengganggu warga sekitar," tutur Laereng, salah seorang warga yang bermukim di dekat PT Barawaja. Menurut Laereng, ketika mesin pabrik ini mulai dioperasikan, bunyinya seperti helikopter. Dan pengoperasian berlangsung mulai dari pukul 07.00 Wita hingga 15.00 Wita. "Warga tidak bisa istirahat dengan baik dan tidur siang," terangnya. Selain itu, debu yang bercampur karat besi keluar dari ventilasi bangunan pabrik, ketika mendaur ulang bahan baku besi dan jatuh menimpa rumah penduduk. Laereng juga mengeluhkan asap yang terbuang dari pembakaran besi telah melampaui ambang batas. Belum lagi, limbah pembuangan pabrik yang disalurkan melaui pipa tersembunyi, kini banyak meresap ke sumur warga. "Akibatnya air sumur jadi hitam dan berminyak," kelur Laereng. Laereng juga menerangkan bahwa sebenarnya Amiruddin Maula, mantan walikota Makassar telah meminta agar pabrik ini dipindahkan di kawasan Kima. Namun, hingga saat ini tidak diindahkan. "Setelah jabatan walikota berganti, pemindahan itu tidak kunjung terealisir," ucapnya.
(asy/)











































