DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 17:49 WIB

Dewan Pakar Golkar: Titiek Soeharto Harus Kebut Cari Dukungan

Aryo Bhawono - detikNews
Dewan Pakar Golkar: Titiek Soeharto Harus Kebut Cari Dukungan Ilustrasi (Edy Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Titiek Soeharto, harus bekerja cepat jika ingin berebut kursi Ketua Umum Partai Golkar. Langkahnya untuk melenggang di Muanslub Partai Golkar terlambat untuk meraup dukungan.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Theo L Sambuaga, mengungkapkan niat Titiek menjadi kandidat Ketua Umum Partai Golkar tergolong terlambat. Beberapa kader lain yang tertarik memperebutkan kursi ketua umum sudah melakukan pendekatan ke DPD dan organisasi sayap selaku pemangku suara.

"Ini sebenarnya sudah agak telat, tetapi silakan saja. Kan dia sebagai Wakil Dewan Pakar punya hak," kata Theo ketika dihubungi melalui telepon, Senin (11/12/2017).

Ia mengungkap niat Titiek maju diucapkan kepada beberapa tokoh Golkar, termasuk Theo, saat menggelar acara di kediaman mantan presiden Soeharto, Jalan Cendana 6-8, Sabtu (9/12). Acara pertemuan tersebut semula hanya pengumuman rumah milik almarhum Soeharto itu akan dijadikan museum.

Namun, di sela perbincangan, niat Titiek terucap. Bahkan kakaknya, Siti Hardiyanti Rukmana, ikut meminta dukungan.

Menurut Theo, Titiek kini harus berpacu dengan waktu. Beberapa kader lain, seperti Airlangga Hartarto dan Idrus Marham, sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan dukungan.

"Kalau dilihat dari peta saat ini kan Airlangga masih paling besar, jadi kami persilakan dia saja (Titiek) untuk segera meyakinkan DPD-DPD. Yang pasti dia harus kejar itu dukungan," jelasnya.

Titiek sendiri melenggang ke DPR melalui daerah pemilihan DIY. Namun Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman, mengaku pengurus di daerahnya belum berkomunikasi dengan Titiek. Dukungan DPD Partai Golkar DIY sudah diberikan kepada Airlangga Hartarto.

"Partai Golkar provinsi dan kabupaten kota se-DIY sudah resmi tertulis mendukung Airlangga Hartarto dan dideklarasikan pada 9 Desember 2017 kemarin," tulisnya melalui aplikasi pesan pendek kepada detik.com.

Gandung mempersilakan Titiek terus maju dengan catatan langkah politik keluarga Cendana harus konsisten. Sejauh ini beberapa partai gurem produksi keluarga Cendana bermunculan, seperti Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Karya Peduli Nasional (PKPN), dan Partai Republik Nusantara (Republikan).

Pengamat Politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menyatakan, walau terlambat, peluang politik Titiek masih cukup terbuka. Titiek tetap dapat menyalip dukungan menjelang munaslub yang rencananya digelar pada Desember ini. Partai Golkar selama ini terkenal akan cairnya suasana politik.

Apalagi dua tahun ke depan Partai Golkar membutuhkan logistik besar untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Kebutuhan ini bisa menjadi dagangan khusus bagi Titiek.

"Saya pikir kebutuhan-kebutuhan semacam ini yang akan mempengaruhi Partai Golkar di munaslub," jelas Arya.




(ayo/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed