Polda Jateng Undang Polda se-Jawa

Antisipasi Teroris

Polda Jateng Undang Polda se-Jawa

- detikNews
Selasa, 07 Jun 2005 14:40 WIB
Semarang - Dinilai sebagai daerah rawan teroris, Polda Jateng tak tinggal diam. Dalam waktu dekat, mereka berencana mengundang Polda se-Jawa untuk mengantisipasi gerakan teroris.Humas Polda Jateng Kombes Imam Yadi Suhartono menyatakan, untuk pertemuan tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar, Jatim, dan DI Yogyakarta. Menurut rencana, pertemuan itu akan digelar medio Juni di Magelang."Tapi, kami belum fix-kan acaranya. Yang jelas, kami sudah berkoordinasi dengan mereka," katanya usai Apel Siaga Pengamanan Pilkada Jateng di Markas Brimob Polda Jateng, Jl. Perintis Kemerdekaan Semarang, Selasa (7/6/2005).Dalam pertemuan itu, kata Imam, pihaknya berharap mendapatkan konsep strategis dalam hal penangkalan dan penangkapan teroris. Selain itu, masing-masing Polda akan memaparkan situasi kedaerahan yang bisa jadi sangat bermanfaat bagi Polda lain.Beberapa saat setelah bom Tentena Poso meledak, lanjut Imam, pihaknya langsung menggelar operasi. Mereka merazia mobil-mobil boks yang berlalu lalang di Jateng. Namun hingga kini, hasilnya masih negatif.Lebih lanjut Imam menerangkan, operasi antisipasi dan pencarian teroris dilakukan bersamaan dengan operasi pengamanan pilkada. "Jadi dalam satu kali operasi, kami mempunyai dua tujuan. Selain pilkada, kami juga melacak teroris," ungkapnya.Sementara, untuk pengamanan pilkada, Polda Jateng mengerahkan dua pertiga kekuatan yakni sekitar 18 ribuan personel. Semua disebar di 11 daerah yang menggelar pilkada pada Juni ini."Untuk yang tidak menggelar pilkada, mereka akan melakukan operasi imbangan. Artinya, mereka juga beroperasi tapi tidak secara khusus seperti daerah lain," tambahnya.Apel Siaga dipimpin Wakapolda Jateng Brigjen Muhibbin dan diikuti 552 personel yang terdiri dari pasukan Brimob, Gegana, dan SAR. Selain itu, apel itu juga diikuti 40 personel dari Detasemen 88 Antiteror.Muhibbin tidak saja meninjau pasukan pengamanan pilkada secara protokoler. Ia meminta personel menunjukkan kemampuannya dalam mencopot dan memasang onderdil senapan. Siapa cepat diberinya uang Rp 100 ribu. Hayo, siapa bisa? (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads