Titiek Maju Ketum Golkar, Cendana Rindu daripada Politik?

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 11 Des 2017 15:41 WIB
Titiek Soeharto dan Mbak Tutut mengundang sejumlah tokoh ke Cendana, Sabtu 9 Desember 2017. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta - Sabtu, 9 Desember 2017, menjadi hari yang sangat sibuk bagi Siti Hediati Harijadi (Titiek Soeharto). Pada Jumat malam sebelumnya, dia bersama saudara dan sejumlah kolega menggelar acara hingga menjelang dini hari. Acara itu digelar di rumah Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut) di Jalan Yufuf Adiwinata, Jakarta Pusat.

Sebelum acara selesai, Titiek undur diri persis saat jarum jam menunjukkan pukul 00.30 WIB, Sabtu dini hari. Terlelap beberapa jam, selepas azan subuh, salah satu putri kinasih mendiang mantan presiden Soeharto itu bersiap menuju lapangan Monas.

Di sana dia bersama sekitar 10.000 anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) menggelar apel kebangsaan bela negara. Presiden Joko Widodo hadir menjadi inspektur upacara.

Jokowi hadir sekitar pukul 08.30 WIB mengenakan seragam loreng FKPPI dan topi hitam. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya'. Setelah itu, sebagai inspektur upacara, Jokowi mengecek barisan menggunakan mobil Jeep pasukan FKPPI.

Selain Titiek, tampak mantan wakil presiden Try Sutrisno, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan Dewan Penasihat Keluarga Besar FKPPI DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Seusai acara, menjelang tengah hari, Titiek kembali ke kediamannya di Jalan Cendana Nomor 5, Menteng. Dia bersiap menyambut sejumlah tamu yang diundang ke Jalan Cendana 8, rumah tinggal mendiang presiden ke-2 RI Soeharto.

Titiek Maju Ketum Golkar, Cendana Rindu Daripada Politik? Titiek Soeharto dan Mbak Tutut mengundang sejumlah tokoh ke Cendana, Sabtu, 9 Desember 2017. (Agung Pambudhy/detikcom)


Siang itu, Titiek, yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, mengundang sejumlah mantan pembantu Soeharto di kabinet Orde Baru. Mereka antara lain mantan wakil presiden Try Sutrisno, Emil Salim, Akbar Tandjung, Cosmas Batubara, Abdul Gafur, Oetojo Oesman, Haryono Suyono, Subiakto Tjakrawerdaya, dan Theo L. Sambuaga.

Menjelang pukul 13.00 WIB, satu per satu tamu berdatangan. Try dan Akbar Tandjung datang paling awal, disambut langsung oleh Titiek. Bersama Tutut, Titiek membawa tetamunya ke ruang belakang untuk bersantap siang.

Titiek Maju Ketum Golkar, Cendana Rindu Daripada Politik? Foto: Istimewa

Bak sebuah reuni, mereka akrab berbincang-bincang sambil menunggu tamu lainnya datang. Pramusaji menawarkan sejumlah minuman: ada teh, kopi, dan aneka jus. Untuk makanan tersaji, ada sushi, unagi donburi, Korean bulgogi, serta aneka jajanan pasar.

Putri bungsu Soeharto, Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek), setelah menyapa para tamu juga sibuk menyambut dan menemani sejumlah kolega yang turut datang.

Setelah bersantap siang, tetamu kemudian menuju ruang tengah. Kepada para tetamunya, Tutut menjelaskan bahwa mereka diundang untuk dimintai masukan dan nasihat kepada keluarga Pak Harto. Ini terkait dengan rencana Titiek maju dalam pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar dalam munaslub nanti.

"Kami dari keluarga ini tidak pernah berpretensi bahwa karena kami anak Pak Harto. (Kami) mampu bergerak sendiri. Karena itu, kami mohon para senior-senior kami untuk memberikan nasihat-nasihat dan masukan-masukan agar langkah kami tidak akan salah, tidak akan sombong," kata Tutut membuka pertemuan.

Kemudian satu per satu tokoh yang hadir memberikan pendapat, dimulai dari Try Sutrisno, Akbar Tandjung, hingga Subiakto. Rata-rata satu tokoh memberikan pendapat selama 10-15 menit. Pukul 15.32 WIB, pertemuan berakhir. Meja dan kursi kemudian dirapikan untuk menggelar konferensi pers.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung membuka konferensi. Dia mengatakan inti pertemuan hari itu adalah silaturahmi mantan pejabat di era Pak Harto dengan putri-putrinya. Kebetulan Titiek, yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar, ingin maju dalam pemilihan calon ketua umum partai berlambang pohon beringin itu.

"Mbak Titiek juga punya niat, punya rencana untuk turut serta katakanlah untuk kontestasi Ketua Umum Partai Golkar pada munaslub yang akan datang," kata Akbar.

Kepada juru warta yang hadir, Titiek menyampaikan bahwa niatnya maju sebagai caketum Golkar berangkat dari niat untuk memperbaiki partai yang kini citranya sedang kurang baik. Menurut dia, selama turun ke lapangan menyerap aspirasi dari bawah, banyak pemilih Golkar yang ingin partai beringin kembali ke akarnya.

"Kembali ke akarnya berarti kembali ke Cendana, katakanlah Pak Harto. Saya pengin bagaimana bisa berpartisipasi memajukan Golkar. Kalau bisa, dalam munaslub tadi sebagai ketum. Tapi nanti kita lihat bagaimana perkembangannya," kata Titiek.

Tutut, yang selama pertemuan juga aktif menemani sang adik, sempat ditanya soal kiprah politiknya yang pernah mendirikan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Juga soal Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) yang kini mendirikan Partai Berkarya. Keluarga Cendana rindu berpolitik?

"Saya dari dulu nggak pernah keluar dari Golkar, itu hanya belajar," kata Tutut.

Titiek menimpali, "Sebelumnya belum pernah ada yang keluar dari Golkar. Waktu itu Mbak Tutut jalan-jalan saja. Dan memang rumahnya di Golkar makanya kembali ke Golkar. Dan sekarang habis jalan-jalan kami prihatin lihat Golkar kok kayak gini," tutupnya.

Selepas pertemuan, Titiek dan Tutut berbagai peran. Tutut memandu juru warta keliling ruangan di rumah Pak Harto. Keluarga berencana menjadikan rumah itu sebagai museum.

Itulah sebabnya, Titiek sengaja menggelar acara di kediaman Pak Harto. Salah satu tujuannya adalah agar masyarakat tahu kondisi kediaman presiden ke-2 Indonesia itu secara langsung.

Adapun Titiek mengantar satu per satu tamunya hingga ke pintu rumah. Kesibukan Titiek hari itu belum berakhir. Di ruang belakang rumah mendiang Pak Harto, dia berembuk dengan timnya. Pada Minggu keesokan harinya, dia ke Yogya untuk kunjungan kerja.

(erd/jat)