"Inikan seleksi pejabat publik atau orang yang menduduki posisi strategis di pemerintahan atau di negara ini. Harusnya mempertimbangkan yang paling utama adalah rekam jejak," ujar peneliti ICW, Tama S Langkun, di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (11/12/2017).
Tama menilai, staf ahli menteri merupakan jabatan strategis. Sehingga, seseorang yang mengisi jabatan itu haruslah orang yang memiliki integritas tinggi dan kapabilitas tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, rekam jejak penting untuk melihat kinerja calon staf ahli. Menurut Tama, semua kementerian dan lembaga haruslah mengedepankan rekam jejak.
"Jadi rekam jejak itu ada banyak variabelnya, apakah yang bersangkutan pernah korupsi atau yang lain lainya. Tentu saja ini berlaku untuk semua institusi pemerintahan," tuturnya. (rvk/asp)











































