DetikNews
Senin 11 Desember 2017, 11:04 WIB

Mahasiswa Zaman Now Bicara Pentingnya RI Jadi Poros Maritim Dunia

Niken Widya Yunita - detikNews
Mahasiswa Zaman Now Bicara Pentingnya RI Jadi Poros Maritim Dunia Foto: Mahasiswa President University (Dok. President University)
Jakarta - Mahasiswa President University (PU) kembali berbicara banyak dalam ajang kompetisi tingkat nasional. Belum lama ini mahasiswa menang lomba karta tulis bidang kemaritiman.

Mahasiswa PU meraih Runner Up Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Tingkat Nasional Bidang Kemaritiman tahun 2017 yang diadakan oleh Universitas Hasanuddin. Tema paper yang dimenangkan yakni berjudul 'Upaya Mencapai Visi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia: Potensi Kerja Sama Indonesia dan India di Kawasan Indo-Pasifik Seiring Implementasi The Belt and Road Initiative China.

Pada event LKTM 2017 ini tema yang diangkat adalah 'Mengembangkan dan Mengelola
Potensi Maritim untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia'. Kegiatan ini diikuti oleh 40 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang mengirimkan lebih dari 100 paper.

Setelah melalui proses seleksi pendahuluan, paper-paper yang dinyatakan lolos ke babak puncak, berasal dari 26 perguruan tinggi, termasuk dari President University. Di puncak kegiatan LKTM 2017 pada 30 November hingga 2 Desember 2017 mahasiswa PU atas nama Novela Permata Sari dan Putu Andika Wira Bangsawan berhasil menjadi juara 2 untuk kategori Bidang Sosial Ekonomi, Hukum dan Kebijakan.

Sementara untuk juara 1 diraih oleh tuan rumah Universitas Hasanuddin, Makassar dan juara 3 adalah Universitas Brawijaya, Malang.

"Judul yang kami pilih tersebut karena melihat pentingnya Indonesia bergerak cepat demi mewujudkan visi poros maritim dunia. Jika berhasil menjadi poros maritim dunia, akan ada domino effect yang dapat diperoleh Indonesia untuk membangun sektor lainnya, seperti sosial dan ekonomi," ungkap Novela dalam keterangan tertulis dari PU, Senin (11/12/2017). Novela merupakan mahasiswi jurusan Hubungan Internasional angkatan 2015.

Lebih lanjut dara kelahiran Pontianak 20 tahun lalu ini menyampaikan persiapan penyusunan karya tulis ini sangat mepet deadline. "Kami bersyukur bisa menyelesaikannya, berkat bimbingan beberapa dosen IRE di President University, seperti prof Banyu, Hoppi Yoon, dan banyak dosen lain yang sangat kooperatif dalam memberi masukan berupa jurnal-jurnal yang berkaitan dengan tema," ujar Novela.

Karena Andika jurusan Manajemen dan Novela dari IRE, keduanya berusaha menggabungkan perspektif yang berbeda untuk membuat karya tulis yang lebih komprehensif.

Dalam kesempatan yang sama, Putu Andika Wira Bangsawan, yang biasa disapa Andika menyebutkan adanya peran dan dukungan pihak kampus President University.

"Sangat luar biasa, terutama Student Affairs, terlebih Pak Purwanto yang membantu dari proses registrasi, keberangkatan, sampai kepulangan. Semua kesulitan yang kita alami selama proses ini, kita komunikasikan dengan baik dengan Student Affairs dan dibantu dengan baik pula," kata Andika.

Menurutnya, dukungan Student Affairs di bawah supervisi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang dijabat Agus H. Canny mendorong siswa termotivasi mengikuti perlombaan.


(nwy/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed