"Kita akan invest hampir Rp 50-100 triliun untuk memastikan satu penyediaan air minum, dua pengelolaan air limbah. Itu programnya 30-50 tahun buat kalian-kalian. Saya mungkin udah camping nanti di Tanah Kusir," kata Sandi, di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).
Sandi menjelaskan, investasi itu akan diterapkan pada pencegahan penurunan tanah atau land subsidence. Menurutnya, hal itu wajib dilakukan demi keberlangsungan hidup warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sandi mengaku akan menggandeng pihak swasta untuk pengolahan dan penyediaan air bersih bagi warga DKI. Sandi menyebut pihaknya akan memenuhi pengolahan air bersih sebanyak 60 persen agar penggunaan air tanah berkurang.
"Kita akan mengajak swasta juga dalam kemitraan pemerintahan badan usaha dengan pemerintah pusat, juga dengan Pemprov dan elemen masyarakat. Kita hadirkan sebuah gerakan yang betul-betul kita tunjukkan untuk mengurangi land subsidence," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017).
(dhn/imk)