Hal tersebut disampaikan Mangindaan ketika Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Gereja St. Leo Agung Paroki Jatiwaringin, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).
"Ada yang mau ganti Pancasila? No way! Pancasila ideologi negara, pandangan hidup, sebagai pemersatu karena asas kekeluargaan, kita bersatu karena kita satu keluarga besar bangsa Indonesia. Ada yang mau ganti Pancasila? Pancasila sudah final," kata Mangindaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada usul mau ganti Pancasila, kita tolak. Tapi karena itu aspirasi rakyat ya bisa kita terima dulu. Tapi final kalau mau ubah harus lewat MPR dulu, karena MPR yang punya fungsi mengubah UUD 1945 yang di dalamnya ada Pancasila. Siapa mau ubah Pancasila? Ubah dulu UUD 1945," tegas Mangindaan.
Foto: Wakil Ketua MPR EE Mangindaan (M Idris/detikcom) |
Di hadapan ratusan jemaat Katolik itu, dirinya mengulas balik peristiwa lahirnya Pancasila yang sampai saat ini jadi pegangan pemersatu bangsa Indonesia yang berbeda-beda. Pancasila yang lahir dari Piagam Jakarta lahir dari sikap toleransi para pendiri bangsa yang saat itu mayoritas muslim untuk mengakomodir umat lain.
"Saya hanya refresh perjalanan Pancasila, saya tekankan dari 1 Juni (1945), kemudian di 22 Juni, tapi yang kita pakai yang 18 Agustus. Kalau kita korek-korek sejarahnya, lihatnya UUD 45 yang sudah ada pembukaannya," ujarnya.
Diungkapkannya, saat ini peran Pancasila perlu dodorong lagi agar lebih banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya penguatan ideologi negara lantaran saat ini dunia sudah semakin global.
"Apalagi sekarang ini globalisasi dan kebebasan. Pengaruhnya bebas sekali, tapi harus ada aturan. Mari berpedoman Pancasila. Itu pemersatunya di situ," pungkas Mangindaan. (nwy/nwy)












































Foto: Wakil Ketua MPR EE Mangindaan (M Idris/detikcom)