Insiden Diplomatik Belanda-Belgia
Berdamai Demi Kepentingan Bilateral
Selasa, 07 Jun 2005 11:50 WIB
Den Haag - Insiden penghinaan Menlu Belgia Karel de Gucht terhadap PM Belanda Balkenende diselesaikan melalui jalur formal. Sebelumnya Belanda menolak permintaan maaf Menlu de Gucht melalui surat.Masalah dianggap selesai setelah Dubes Belgia di Den Haag Luc Teirlink dipanggil Menlu Ben Bot dan perdana menteri kedua pihak, PM Balkenende dan PM Verhofstadt, melakukan kontak langsung per telepon, Senin (6/6/2005). Sebelumnya permintaan maaf Menlu Karel de Gucht melalui surat (5/6/2005) ditolak.Melalui sebuah joint statement (pernyataan bersama), kedua PM menyatakan sepakat mengakhiri kericuhan diplomatik akibat pernyataan Menlu Belgia Karel de Gucht. Mereka juga sepakat bahwa hubungan bilateral kedua negara bertetangga itu harus dikedepankan. "Hal ini sangat penting, bukan hanya bagi kedua negara saja melainkan juga untuk kerjasama dalam Benelux (Belgia-Nederland-Luxemburg) dan Uni Eropa. Kedua Perdana Menteri bertekad untuk bersama mencurahkan perhatian dan komitmen penuh pada tantangan penting di mana kini dihadapi Uni Eropa," demikian bunyi pernyataan.Insiden diplomatik Belanda-Belgia bermula dari pernyataan Menlu Belgia dalam wawancara dengan koran setempat Het Laatste Nieuws (Kabar Mutakhir), Sabtu (4/6/2004),yang menggambarkan PM Belanda JP Belkenende sebagai Harry Potter. Wajah Balkenende dengan kacamatanya memang mirip aktor Daniel Radcliffe, yang memerankan tokoh Harry Potter dalam cerita karangan JK Rowlings. Pernyataan De Gucht terkait dengan kegagalan PM Balkenende meyakinkan rakyatnya dalam referendum, sehingga mayoritas memilih Nee.Kabinet Belanda tidak menerima pernyataan tersebut. Menlu Ben Bot bahkan menjadwalkan memanggil Dubes Belgia untuk klarifikasi formal. Ketika reaksi Belanda tersebut sampai ke De Gucht, tokoh dari partai liberal tersebut membantah dirinya menyebut Balkenende dengan Harry Potter. De Gucht menyatakan pernyataannya keliru dikutip.Langkah berkelit De Gucht dengan menyudutkan media pewawancaranya tersebut dijawab dengan menyerahkan rekaman pernyataannya kepada televisi publik Belanda, NOS, yang selanjutnya disiarkan langsung pada prime time, Sabtu malam. Siaran itu seperti bom di siang bolong. De Gucht sudah menghina, berbohong pula.'Insiden de Gucht' tersebut merupakan insiden diplomatik terbesar dalam sejarah hubungan bilateral Belanda-Belgia.
(es/)











































