Menlu Retno Bertolak ke Amman hingga Brussel, Bahas Soal Yerusalem

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 10 Des 2017 08:46 WIB
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertolak ke Amman, Yordania pagi ini. Retno akan berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Yordania dan Palestina terkait sikap Presiden Amerika Donald Trump atas Yerusalem.

"Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia akan selalu bersama Palestina," kata Retno dalam sebuah video berdurasi 1 menit 5 detik, yang diterima detikcom, Minggu (10/12/2017) pagi.

Selain ke Amman, Retno juga akan melanjutkan kunjungan ke Istanbul, Turki. Di sana ia akan membahas persiapan KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang akan berlangsung pada 13 Desember 2017.

Ia juga akan mendampingi Presiden Joko Widodo yang rencananya menghadiri OKI. Pertemuan itu merupakan sidang khusus membahas manuver AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Pada pagi hari ini saya berada di Bandara Soekarno Hatta untuk menuju ke Amman. Istanbul dan Brussels. Perjalanan ini ditujukan untuk memperkokoh perjuangan diplomasi Indonesia untuk Palestina," tegas Retno.

Perjuangan untuk menolak manuver pernyataan Trump tak hanya berhenti sampai OKI. Retno mengatakan dirinya akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Uni Eropa agar negara-negara barat tak mendukung sikap Trump.

"Untuk memperkokoh dukungan negara-negara barat agar tidak mengikuti keputusan Amerikat Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan untuk tidak memindahkan kedutaannya ke Yerusalem," terang Retno.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kecaman keras itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wamenlu AM Fachrir, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Jubir Presiden Johan Budi.

Selain mengecam keras sikap AS, Jokowi juga menyatakan Indonesia dan rakyatnya konsisten memberi dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," kata Jokowi. (aud/nkn)