detikNews
Sabtu 09 Desember 2017, 17:27 WIB

Jelang Seabad, ITB Siapkan Opera Ganesha dan Konferensi Internasional

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jelang Seabad, ITB Siapkan Opera Ganesha dan Konferensi Internasional Konferensi pers jelang peringatan seabad ITB (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Tangerang Selatan - Pada 2020 nanti, Institut Teknologi Bandung (ITB) akan tepat berumur seabad. Jelang perayaan seabad, ITB akan menggelar rangkaian acara mulai olahraga sampai konferensi internasional.

Rangkaian acara ini bertema Innovation for Sustainable Growth. Rangkaian kegiatan diawali dengan Official Fund Raising Golf Tournament Series di Damai Indah Golf, Serpong. Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka kegiatan ini.

Pada tahun 2018 nanti, ITB akan mengadakan konferensi baik tingkat nasional dan internasional. Di konferensi tersebut, akan ditunjukan hasil riset yang menjadi fokus ITB. Selain itu, akan ada pagelaran budaya yang dinamakan sebagai Opera Ganesha bercerita bagaimana perjalanan sejarah ITB.

Pada April 2018, konferensi internasional akan mengambil tema Infrastructure and Transportation in the Context of the New Urban yang akan diadakan di Bandung. Juga ada konferensi internasional tentang ICT dan dan Start Up di Jakarta.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengatakan peringatan 100 tahun ITB adalah peringatan untuk semua pihak termasuk Indonesia. Saat ini, Indonesia memasuki era baru, era digital yang menurutnya harus disiapkan bersama termasuk oleh kampus ITB.

"100 tahun ITB adalah refleksi masa lalu yang bergerak cepat dan masa depan yang lebih cepat lagi," kata Kadarsah saat konferensi pers di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (9/12/2017).

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah SuryadiRektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)

Kadarsah mengatakan, sudah bergerak ke arah entrepreneur university (EU) sejak 2015. Sehingga ITB tak hanya bergerak di bidang riset. Ini dilakukan untuk menyiapkan generasi masa depan yang handal tidak hanya teknologi tapi dunia digital.

Menurutnya, tiga indikator utama dibangun oleh ITB untuk mewujudkan hal tersebut. Pertama, menciptakan pengajaran dan pembelajaran yang baik. Kedua, di bidang riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Terakhir, pengembangan bidang inovasi dan enterpreneur.

"Artinya ITB bukan untuk ITB, tapi untuk bangsa dan negara," katanya.

Harap 4 Persen Lulusan Jadi Entrepreneur

Menghadapi era digital, Kadarsah berharap dalam lima tahun ke depan, ditargetkan ada sebanyak 4 persen lulusannya yang menjadi enterprenuer digital. Dia mengaku optimis karena generasi saat ini terbiasa dengan internet, ponsel, dan media sosial.

"Negara maju kalau enterpreneur-nya semakin bertambah banyak. Jadi ini gerakan bersama antara perguruan tinggi, pemerintah, industri yang kita kawal bersama," katanya.

"Harapan kami lulusan yang dihasilkan ITB setelah 3 tahun lulus, 4 persen di antaranya jadi enterpreneur. Itu target saya," sambung Kadarsah.

Untuk mencapai hal tersebut, ITB mengembangkan satu kurikulum terkait programming komputer. Kurikulum tersebut akan mengenalkan mahasiswa pada bidang kemampuan data analitik, kemampuan artifisial intelegen, dan modelling.

Lewat kemampuan modelling, menurutnya, mahasiswa dapat mengendalikan lingkungan yang dinamis.

Di School of Business Managemen (SBM) ITB, Kadarsah melanjutkan, untuk menciptakan seorang enterpreneur tidak bisa hanya mengandalkan mono disiplin. Di sana, pembelajaran kewirausahaan dikolaborasikan dengan berbagai bidang misalkan elektro, biologi, bahkan seni rupa.

"Jadi tidak bisa mengharapkan satu bidang, tapi lintas disiplin. Karena enterpreneur harus lintas disiplin" katanya.

Kadarsah memprediksi pada tahun 2025 akan ada 60 persen lapangan kerja yang baru. Dan di 2030 diprediksi 50 persen lapangan pekerjaan akan terkait dengan komputer dan Information and Communication Technology (ICT). Menurutnya, perkembangan digital tersebut harus dipersiapkan termasuk oleh ITB di umurnya yang menjelang seabad.

"Ini tantangan kita semua, sehingga ITB di bidang teknik khususnya itu harus mempersiapkan generasi untuk masuk era baru," katanya.

ITB sendiri merupakan institut teknik tertua di Indonesia. Diresmikan oleh Belanda pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeshool Te Bandoeng (Th). Ini kemudian menjadi cikal bakal pendidikan teknik di Indonesia. Pada 2 Maret 1959, Presiden Soekarno kemudian secara resmi mengubah nama institut ini menjadi Institut Teknologi Bandung.
(bri/jbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com