KBRI di Canberra Kembali Diteror Serbuk Putih

KBRI di Canberra Kembali Diteror Serbuk Putih

- detikNews
Selasa, 07 Jun 2005 08:13 WIB
Jakarta - Kedutaan Besar RI (KBRI) di Canberra, Australia kembali mendapat teror surat berisi serbuk putih. Surat itu tiba di KBRI pada hari Selasa (7/6/2005) pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 06.00 WIB. Sebelum diterima staf KBRI, serbuk putih itu berhasil dideteksi. Pendeteksian serbuk tersebut dilakukan oleh sistem pengamanan KBRI yang sudah diperketat. Pengamanan KBRI diperketat sejak peristiwa pengiriman serbuk putih yang diduga sebagai anthrax."Saat ini tim dari Polri, yang memang sudah berada di sana, sedang melakukan pemeriksaan terhadap serbuk tersebut. Polri bekerjasama dengan Kepolisian Australia atau AFP (Australia Federal Police)," Kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Marty Natalegawa ketika dihubungi detikcom, di Jakarta, Selasa (7/6/2005).Awalnya, alat deteksi berbentuk kotak yang dimiliki KBRI sejak kejadian sebelumnya, mendeteksi adanya serbuk putih dalam amplop tersebut. Akhirnya, untuk mengantisipasi terkontaminasinya para staf KBRI, pihak KBRI mengungsikan para stafnya ke Wisma KBRI. Kedubes ditutup sementara."Seandainya serbuk itu berbahaya, maka tingkat kontaminasinya akan lebih rendah," tambah Marty. Kejadian ini, menurut Marty sudah dilaporkan oleh pihak KBRI di Canberra kepada pihak Kementerian Luar Negeri Australia."Mereka (Australia) langsung memberikan respons team ke KBRI, saat ini tim sedang melakukan pemeriksaan," lanjutnya.Rabu, 1 juni 2005 KBRI di Canberra mendapatkan kiriman surat yang diketahui didalamnya berisi serbuk putih. Serbuk putih itu diduga mengandung antraks. Namun, terakhir diketahui bahwa serbuk tersebut tidak berbahaya. Pihak KBRI akhirnya meningkatkan pengamanan dengan menggunakan alat pendeteksi surat. (ism/)


Berita Terkait