Kurun 2017, Kejati Riau Sita Rp 44 Miliar dari Kasus Korupsi

Kurun 2017, Kejati Riau Sita Rp 44 Miliar dari Kasus Korupsi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 08 Des 2017 13:40 WIB
Kurun 2017, Kejati Riau Sita Rp 44 Miliar dari Kasus Korupsi
Pekanbaru - Sepanjang tahun 2017, Kejati Riau banyak menangani puluhan kasus korupsi. Dari 104 terdakwa kasus korupsi, 57 di antaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan nilai yang dikorupsi puluhan miliar rupiah.

Demikian disampaikan, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta dalam jumpa pers memperingati Hari Anti Korupsi, Jumat (7/12/2017) di Kejati Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.

Menurut Sugeng, dari jumlah 104 terdakwa ini perkaranya sudah dilimpahkan ke pengadilan dengan 92 berkas. Rincianya, 57 terdakwa berstatus ASN, 23 wiraswasta, anggota dewan 1, BUMN 3, Polri 1, pensiunan ASN 6, aparat desa 7 dan tenaga honorer 6.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah itu diakumulasi dari yang ditangani Kejati Riau serta seluruh jajaran Kejari, termasuk dari teman-teman kita di Polri. Jumlah itu di luar status tersangka yang masih kita tangani," kata Sugeng.

Ketika ditanya dari jumlah tersebut, ASN dari jajaran Pemda mana yang paling banyak, Sugeng mengaku belum merinci secara satu per satu.

"Kita belum merincinya siapa yang paling banyak. Tapi yang pasti ini ada di seluruh kabupaten dan termasuk Pemprov Riau," kata Sugeng.

Untuk jumlah penyelamatan kerugian keuangan negara, kata Sugeng, pada tahap penyidikan dan tuntutan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 17 miliar lebih. Uang itu terdiri dari penyidikan Rp 12,71 miliar dan tahap penuntutan Rp 4,28 miliar lebih.

Untuk penyitaan aset, pihak Kejati Riau berhasil menyita lebih dari Rp 44 miliar. Aset terbesar yang disita itu di antaranya, kebun sawit seluas 511 hektare senilai Rp 20 miliar. Tanah seluas 9.829 meter di Pekanbaru senilai Rp 20 miliar. Ada lagi tanah 4.335 hektare seharga Rp 1 miliar, tanah di Kabupaten Bengkalis senilai Rp1 miliar.

"Itu harga taksiran terendah saja. Kemungkinan nilainya bisa lebih dari Rp 44 miliar," kata Sugeng. (cha/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads