Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Agung, Jumat (8/12/2017), gunung setinggi 3.142 Mdpl itu kembali memasuki fase erupsi. Ini ditandai dengan keluarnya asap kelabu dan putih setinggi 1.000-2.100 meter dari puncak gunung.
"Yang asap putih itu steam, yang gelap ya abu vulkanik, tapi konsentrasinya masih belum signifikan jika dibandingkan periode 25-29 November 2017," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (8/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, ada steam di sisi kawah dan abu vulkanik sumbernya di tengah kawah," ujar Devy.
Ketinggian asap ini berarti tekanan dari dalam gunung lebih lemah dibandingkan erupsi 21 November 2017 lalu. Sementara lava diketahui masih terjebak di dalam kawah dan belum mengalir keluar.
"Aktivitas erupsi eksplosif maupun efusi lava keluarnya dari tengah. Kalau asap seperti dulu waktu krisis di September 2017, dari sisi-sisi kawah," ucap Devy. (vid/asp)











































