Pilwalkot Bekasi 2018

Survei Median: Rahmat Effendi Teratas, Disusul Mochtar Mohammad

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 08 Des 2017 10:25 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Foto: Aditya Fajar-detikcom)
Jakarta - Lembaga Media Survei Nasional (Median) menggelar survei elektabilitas tokoh jelang Pemilihan Wali Kota Bekasi 2018. Petahana Rahmat Effendi menduduki elektabilitas posisi teratas.

Survei dilakukan tanggal 11-18 November 2018 dengan sampel sebanyak 1.000 responden yang telah memiliki hak pilih di Kota Bekasi. Metode survei dilakukan secara acak dengan margin of error sebesar -/+ 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.

Hasil survei memaparkan Rahmat unggul telak dari calon wali kota lainnya. Ia berada di posisi pertama dengan perolehan 47,3% disusul Mochtar Mohammad (4,7%).

Mochtar Mohammad merupakan mantan wali kota Bekasi sebelum Rahmat. Namun politikus PDIP terjerat kasus korupsi di tengah perjalanannya memimpin Bekasi. Kini dia telah bebas dan memutuskan untuk kembali maju di Pilwalkot.

Posisi elektabilitas selanjutnya disusul oleh KH Amin Noer dan KH Ishomuddin Muhtar. Keduanya sama-sama meraih 2,0%.

Rahmat masih menduduki posisi pertama dari sisi popularitas dengan perolehan angka 91,3%. Posisi di bawahnya yaitu selebriti Lucky Hakim (75,0%), Mochtar Mohammad (65,1%), Solihin (37,8%), Anim Imanuddin (27,9%), hingga Siti Aisyah (22,5%).

Median juga memberikan pertanyaan 'Menurut Anda, apakah sebaiknya Rahmat Effendy memimpin kembali menjadi wali kota Bekasi 5 tahun mendatang atau sebaiknya digantikan oleh tokoh lain saja?'. Hasilnya, 46,7% responden ingin Rahmat memimpin kembali Kota Bekasi, 22,0% ingin diganti tokoh lain, dan 37,33% tidak jawab.

Berikut hasil elektabilitas cawalkot Bekasi:
1. Rahmat Effendi 47,3%
2. Mochtar Mohammad 4,7%
3. KH Amin Noer 2,0%
4. KH Ishomuddin Muhtar 2,0%
5. Solihin 1,7%
6. Anggawira 1,3%
7. KH Abdullah Makky 1,3%
8. Siti Aisyah 1,3%
9. Anim Imanuddin 0,7%
10. Heikal 0,7%
11. Lucky Hakim 0,7%
12. Sutriyono 0,7% (dkp/elz)