Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Zulkarnain Adinegara menerangkan, Wak Sapar merupakan pelaku keempat yang berhasil ditangkap, dari 7 pelaku yang diburu polisi sejak Agustus lalu. Pelaku ditangkap di rumahnya Desa SP Kilir, Kecamatan Rantau Ali, Kabupaten Ogan Ilir pada Rabu (6/12) dini hari.
"Pelaku ini sangat luar biasa sadisnya, merampok tapi korban juga ditembak mati. Ini pelaku keempat yang berhasil kita tangkap, sebelumnya ada Eko Riadi, Misgianto alias blewong dan Komang, artinya ada 3 orang lagi yang masih kita kejar," kata Zulkarnain Adinegara di Mapolda Sumsel, Jumat (8/12/2017).
Saat beraksi pelaku menggunakan senjata api rakitan yang dibeli dari Sungai Ceper, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Untuk 2 buah senpira, Wak Sapar membeli dengan harga Rp 5 juta termasuk 12 butir pelurunya.
"Senjata didapat dari Sungai Ceper, 2 senjata berikut peluru seharga Rp 5 juta. Senjata inilah yang digunakan untuk menembak toke kopi dihadapan istrinya pada bulan Agustus lalu sampai mati," sambungnya.
"Untuk 3 pelaku lain yang belum tertangkap, sebaiknya menyerahlah. Saya sudah minta anggota untuk kejar semua pelakunya. Sikat! Jangan kasih ampun karena perbuatan mereka itu sangat sadis," tutup Zulkarnain.
Saat menangkap Wak Sapar, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sepucuk senpira jenis revolver, 3 buang selongsong peluru dan 39 butir peliru aktif kaliber 9 mm. Pelaku juga terpaksa ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap. (asp/asp)











































